logo

Di Uji Coba Masih Berantakan, PT Jakpro Gagal Wujudkan LRT Sebagai Transportasi Asian Games

Di Uji Coba Masih Berantakan, PT Jakpro Gagal Wujudkan  LRT Sebagai Transportasi  Asian Games

Uji coba LRT Terkesan Dipaksakan, Pekerjaan Baru 87 Persen
29 Agustus 2018 21:22 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA : Uji coba Light Rail Transit (LRT) Jakarta, Rabu (29/8/2018) berlangsung lancar. Hanya saja megaproyek tranasportasi publik berbasis rel ini dinilai belum layak dijajal.

Sebab, pada saat uji coba, kondisi stasiun dan akses menuju tanggal masuk stasiun masih berantakan. Banyak pekerja sedang menyelesaikan pekerjaan, pengelasan, pemasangan besi dan lain-lain.

Bahkan pengamatan Suarakarya.id di lapangan, kabel yang dialiri strum berdaya tinggi, masih terlihat berantakan di sana- sini. Tumpukan material, besi, keramik berwarna mirip batu kali masih menumpuk di sisi kiri jalan.dari arah Rawamangun menuju Kelapa Gading.

Pekerja juga masih menyelesaikan pemasangan baja besi penutup selasar bagi penumpang masih berantakan.

Ketua Umum Koalisi Rakyat Pemerhati Kota Jakarta (Katar) Sugiyanto mengatakan sebaiknya Gubernur Anies dan pimpinan PT Jakpro berterus terang kepada masyarakat.

"Sebaiknya secara gentle mengakui bahwa proyek LRT gagal mendukung sukses Asian Games. Buktinya, pelaksanaan Asian Games sudah hampir selesai tanggal 2 September, LRT belum juga beroperasi penuh. Selain mengakui kegagalan, Anies juga harus meminta pertanggungjawaban SKPD maupun BUMD terkait," ucapnya.

Ia menyesalkan pernyataan Anies bahwa LRT bukan untuk mendukung Asian Games, sebab sejak mulai dibangun tahun 2015, Gubernur Ahok selalu menegaskan kepentingan LRT salah satunya untuk angkutan Asian Games.

"Ahok sering bilang, LRT ditargetkan diuji coba pada Juni san Juli 2018 dan siap beroperasi sebelum Asian Games," kata Sugiyanto yang menilai proyek tersebut terlalu boros di biaya sehingga DPRD harus membentuk panitia khusus (Pansus) tentang LRT Jakarta.

Uji coba operasional kereta LRT Jakarta terkesan dipaksakan. Fasilitas sejumlah stasiun belum siap, namun demi mengejar even gelaran Asian Games, maka jaringan kereta ringan tersebut dijajal dari Stasiun Velodrome Rawamangun hanya sampai Stasiun Boulevard Utara, tidak sampai Depo Kelapa Gading.

Pada uji coba tersebut, Pemprov DKI mengajak rombongan wartawan pada Rabu (29/8/2018). Puluhan wartawan banyak yang bertanya-tanya kenapa perjalanan kereta tidak sampai ke Depo Kelapa Gading?

Rupanya pembangunan depo tersebut belum selesai, sehingga uji coba hanya melewati lima dari enam stasiun.

Megaproyek bernilai Rp 6,2 triliun untuk pembangunan jaringan LRT sepanjang 5,8 km merupakan penugasan wajib dari Pemprov DKI Jakarta kepada BUMD, PT Jakpro yang telah mendirikan anak perusahaan PT LRT untuk mengoperasikan transportasi tersebut.

Proyek LRT termasuk salah satu tugas wajib untuk mendukung Asian Games. Direktur PT LRT Allan Tandiono mengatakan pada uji coba kali ini, kecepatan kereta dibatasi antara 10 dan 40 km/jam.

"Pemberangkatan dari Stasiun Velodrome kemudian ke Stasiun Equestrian, Stasiun Pulomas, Stasiun Boulevard Selatan, dan berakhir di Stasiun Boulevar Utara," ujar Allan di Velodrome Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu sore.

Satu set kereta terdiri dari empat gerbong berkapasitas 270 penumpang. Dia mengakui bahwa operasional LRT belum bisa sepenuhnya melayani angkutan Asian Games.

Uji coba ini berlangsung 1 bulan. Ia yakin seluruh pekerjaan LRT sudah selesai. "Sekarang ini pekerjaan LRT sudah mencapai 87 persen," kata dia.

Editor : Yon Parjiyono