logo

Penyidik KPK Jebloskan Tiga Mantan Anggota DPRD Sumut Ke Tahanan

Penyidik KPK Jebloskan Tiga Mantan Anggota  DPRD Sumut Ke Tahanan

KPK
27 Agustus 2018 21:39 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Tiga mantan anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) yang dinilai penyidik KPK kurang kooperatif dalam memenuhi panggilan dan pemeriksaan dijebloskan ke dalam tahanan terkait kasus dugaan penerimaan suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho

Ketiga tersangka yang memperlambat proses pemeriksaan perkara itu masing-masing Musdalifah (MDH). Dijebloskan ke dalam tahanan  Rumah Tahanan (Rutan) Polres Jakarta Timur. Tersangka RDP di Rutan Cabang KPK Kavling K-4, dan DHM di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur. "Pada Senin 27 Agustus 2018 dilakukan penahanan  terhadap 3 tersangka dugaan suap terhadap sejumlah anggota DPRD Sumut. Mereka ditahan untuk 20 hari ke depan dan bisa diperpanjang," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Senin (27/8/2018).

Penyidik KPK menetapkan 38 anggota DPRD Sumatera Utara sebagai tersangka dalam kasus ini. Mereka diduga menerima uang suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho masing-masing sebesar Rp 300 juta hingga Rp 350 juta. Uang yang diterima 38 tersangka dari Gatot itu terkait dengan persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut tahun anggaran 2012 sampai dengan 2014 dan persetujuan perubahan APBD Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2013 dan 2014.

Uang suap berikutnya untuk pengesahan APBD Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2014 dan 2015 serta penolakan penggunaan hak interpelasi oleh DPRD Sumatera Utara pada 2015.

Penyidik KPK sudah menahan beberapa anggota DPRD Sumut usai diperiksa sebagai tersangka. Sebagian dari mereka juga sudah mengembalikan uang ke rekening penyimpanan KPK. "Telah dilakukan penahanan terhadap 21 dari 38 orang tersangka," kata Febri.

Musdalifah (MDH) atau Musdalifah merupakan yang pertama ditangkap akibat dianggap tidak kooperatif dengan penyidik KPK. Pasalnya,  MDH tidak hadir dalam pemanggilan KPK tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Febri menuturkan, sebelumnya tersangka MDH setidaknya telah dipanggil dua kali secara patut, yakni pada tanggal 7 dan 13 Agustus 2018. Pada panggilan pertama tersangka MDH tidak diperoleh informasi alasan ketidakhadiran, sementara pada panggilan kedua tidak datang dengan alasan menikahkan anaknya. "Penangkapan dilakukan pada Minggu (26/8/2018) pukul 17.30 WIB di Tiara Convention Center, Medan," kata Jubir KPK Febri Diansyah, Senin (27/8/2018).

Dalam proses penangkapan tersebut, sempat terjadi perlawanan terhadap penyidik yang bertugas. "Setelah penangkapan dilakukan, tersangka dibawa ke Mapolda Medan untuk dilanjutkan pemeriksaan sebagai tersangka. Selanjutnya diboyong ke Jakarta untuk dijebloskan ke dalam tahanan di Jakarta," tuturnya.

Febri juga menyebutkan bahwa KPK telah  mengingatkan 5 tersangka mantan anggota DPRD Sumatera Utara untuk kooperatif memenuhi agenda pemeriksaan KPK.  Kelima tersangka itu tak menghadiri pemeriksaan sebelumnya, Selasa (21/8/2018). "KPK mengingatkan pada seluruh tersangka dalam  kasus ini agar hadir  jika dipanggil baik sebagai tersangka maupun saksi. Karena hal tersebut adalah kewajiban hukum," kata Febri.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto