logo

Rifki Dapat Bonus Rp2,5 Miliar Kata Gatot Nurmantyo

Rifki Dapat Bonus Rp2,5 Miliar Kata Gatot Nurmantyo

Ketua Umum PB Forki, Gatot Nurmantyo usai berikan medali kepada Rifki. (INASGOC)
26 Agustus 2018 23:54 WIB
Penulis : Azhari Nasution

SuaraKarya.id - JAKARTA : Keberhasilan karateka Rifki Ardiansyah Arrosyiid merebut medali emas di nomor kumite -60 kg sangat membanggakan. Prestasi itu menyamai prestasi yang pernah diraih pada Asian Games 1998 Bangkok dan Busan 2002.

Kini, Indonesia masih berpeluang besar mendapat tambahan medali karena pada Senin (27/8/2018) akan menurunkan tiga karateka lainnya. 

”Hari ini kami mendapat satu medali emas, dan itu berarti sudah memenuhi target pemerintah  yang satu medali emas. Tapi kami ingin mendapatkan tiga medali emas,” ujar Ketua Umum PB Forki Gatot Nurmantyo saat jumpa pers di Mixed Zone Venue Karate JCC Senayan, Jakarta, Minggu (26/8/2018). 

Yang menarik, Gatot juga akan memenuhi janji untuk memberikan bonus Rp1 miliar bagi karateka peraih medali emas. “Jadi, Rifki akan mendapatkan bonus Rp2,5 miliar. Sebanyak Rp1,5 miliar dari pemerintah, dan Rp1 miliar dari Forki,” ujar Gatot.  

Dia menambahkan, prestasi karateka Indonesia di ajang Asian Games menjadi pelecut motivasi untuk dapat meraih prestasi lebih tinggi lagi, yakni olimpiade. Sebab, target berikut karateka Indonesia adalah berlaga pada ajang Olimpiade 2020.

“Target kami berikut tentu Olimpiade Tokyo 2020. Karena itu, kami akan terus melakukan pembinaan atlet agar bisa lolos ke Olimp[iade 2020. Itu target kami selanjutnya,” ujar Gatot. 

Wajar Rifki kebanjiran bonus. DIa sudah berjuang keras untuk bisa mengibarkan bendera merah putih di ajang multievent empat tahunan tersebut. Dia menjadi yang terbaik setelah mengalahkan karateka Iran Zadeh. 

“Kunci kemenangan Rifki karena dia bermain tenang dan cerdas. Meskipun karateka Iran lawan berat, dia mampu mengalahkannya,” ucap Kepala Pelatih Tim Karate Indonesia Syamsuddin.  

Selain meraih 1 emas, karate Indonesia juga mendapat tambahan dua medali perunggu, yakni dari karateka putri Cokorda Istri Agung Sanistyarani di kelas 55 kg dan Jintar Simanjuntak di kelas -67 kg. 

Cabang karate masih memiliki peluang menambah medali karena masih akan menurunkan tiga karatekanya. Mereka adalah  Ceyco Georgia Zefanya di nomor kumite kelas -68 kg putri, Srunita Sari Sukatendel di kelas -50 kg putri, dan Sandy Firmansyah di kelas -75 kg putra. 

Pada babak pertama, Ceyco akan menghadapi atlet Vietnam Nguyen TN,  Srunita akan menghadapi karateka Srilangka Badalgie Don Paulu, dan Sandy akan berhadapan dengan karateka China Taipei W Hsu. *

Editor : Dwi Putro Agus Asianto