logo

Merasa Gerah Manuver Fadel, Gandung Sebut: Dia Politikus Ngalor Ngidul

Merasa Gerah Manuver Fadel, Gandung Sebut: Dia Politikus Ngalor Ngidul

Waketum DPP Ormas MKGR dan Legislator Senayan, Gandung Pardiman,
25 Agustus 2018 14:50 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - YOGYAKARTA: Wakil Ketua Umum Ormas MKGR, Gandung Pardiman merasa gerah atas manuver yang dilakukan Fadel Muhamad yang juga koleganya di Senayan.

Politisi senior Beringin yang kini bersama mantan Ketum Partai Golkar, Aburizal Bakrie di Dewan Pembina Golkar sebagai anggota wanbin beberapa waktu lalu mengeluarkan pernyataan mengejutkan bahwa partainya tak solid mendukung pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Bahkan, Fadel berani menyebut di internal Golkar rawan perpecahan akibat tak dipilihnya kader Golkar sebagai cawapres oleh Jokowi.

"Kita lihat bulan depan, (situasinya) agak rawanlah. Akan dibahas di rapat kerja bulan depan," ujar mantan Gubernur Gorontalo itu saat penobatan dirinya sebagai Guru Besar Universitas Brawijaya Malang, Selasa lalu (21/8/2018) .

Atas manuver Fadel Muhamad yang kontraproduktif bagi kebijakan Golkar, tokoh senior Beringin asal Yogyakarta, Gandung Pardiman menganggap koleganya itu bertipikal sebagai pemimpin pagi sore alias pemimpin mencla-mencle atau tidak konsisten.

"Bukan nama restoran Padang yang enak dimakan. Tapi dia (Fadel-red) tidak jelas orientasi politiknya. Istilah Jawanya, esuk tempe, sore dele (pagi tempe, sore kedelai,"ungkap Gandung di Yogyakarta, Sabtu (25/8/2018).

Mantan Ketua Golkar DI Yogyakarta ini jengah atas sikap inkonsistensi Fadel. Setelah membuat statement, Golkar pecah kini Fadel Muhamad membuat statement Golkar solid.

"Ini menunjukkan bahwa Pak Fadel adalah tipe pemimpin pagi sore. Pagi bilang dengan lantang A, eh sorenya bilang B,"ucapnya.

Gandung secara tegas meminta Fadel tidak "ember" bicara tentang Golkar.

"Sekarang posisi Pak Fadel adalah calon anggota DPD RI pemilu 2019. Jadi dia sudah tak memiliki hak lagi untuk berbicara atas nama Golkar. Ini sesuai keputusan MK bahwa calon anggota DPD tidak sebagai anggota parpol,"tegas Gandung.

Gandung yang baru saja comeback ke Senayan menggantikan Titiek Soeharto yang pindah partai, lantang menyebut politikus ngalor ngidul ini berkoar hanya untuk mencari perhatian belaka bahkan berpotensi merusak citra Golkar. Apa kepentingannya dengan membuat pernyataan yang kontroversial itu.

"Aktif di Golkar saja tidak tapi berlagak paling tahu tentang Golkar.Yang saya heran adalah mengapa tingkat keGolkarannya semakin nggak karuan. Penggalangan sekasur dan sedapur saja gagal total kok berlagak sebagai Golkaris. Saya menengarai apa yang disampaikan Pak Fadel ini bersifat tendensius dan penuh misteri apa maunya yang sebenarnya.Saya minta Pak Fadel tidak usah mencampuri urusan Partai Golkar dan berkomentar macam-macam lagi yang merugikan Golkar secara keseluruhan. Saya mohon kepada DPP Partai Golkar segera melakukan PAW atas namanya sebagai Anggota DPR karena tidak ada untungnya memelihara keberadaannya di dalam Partai Golkar,"urai Legislator Beringin di Komisi VII ini.

Fadel Muhamad pada Pileg 2019 tidak diusung melalui Golkar untuk melaju sebagai caleg DPR tetapi tetap berhasrat ke Senayan melalui jalur perorangan menjadi calon senator. Sedsngkan istrinya, Hana Hasanah Fadel Muhamad selepas gagal sebagai Gubernur Gorontalo yang tidak diusung Golkar mencoba peruntungan menjadi caleg DPR RI melalui PPP. Sebelumnya Hana adalah Anggota DPD asal Gorontalo. Tapi harus mundur ketika mencalonkan sebagai cagub Gorontalo. Pada Pileg 2019, keduanya bertukar posisi untuk mencoba peruntungan di ranah politik kembali.

Sekarang ini, kata Gandung, Golkar bekerja keras membangun semangat untuk mewujudkan Golkar menang dan Jokowi menang pada Pemilu 2019 yang akan datang.

"Saya ingatkan pada Pak Fadel untuk menghentikan upaya mengobok-ngobok Golkar lagi,"ucapnya***

Editor : Laksito Adi Darmono