logo

Idrus Mundur, Pengamat JMC: Golkar Tengah Diuji Dalam Menunjukkan Partai Yang Profesional

Idrus Mundur, Pengamat JMC: Golkar Tengah Diuji Dalam Menunjukkan Partai Yang Profesional

Idrus Marham.
25 Agustus 2018 08:30 WIB
Penulis : Agung Elang

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pasca mundur dari kursi Menteri Sosial RI dan jabatan Korbid Kelembagaan DPP Partai Golkar. Idrus Marham ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) karena kasus suap pembangunan PLTU Riau-1.

Namun demikian, hal tersebut dinilai tidak berdampak terhadap elektabilitas suara Golkar pada Pemilu mendatang serta tidak akan mempengaruhi tingkat soliditas Golkar dalam mendukung Jokowi-Ma’ruf  Amin. 

Bahkan hari ini, Golkar tengah diuji dalam menunjukan partai yang Profesional. Hal itu disampaikan oleh Pengamat komunikasi publik, Jalan Media Comunication (JMC) Abdillah Balfas.

“Meski berada dalam lingkungan kekuasaan, justru Golkar tidak mentolerir terhadap pelaku tindak pidana korupsi. Apalagi melakukan intervensi. Dengan demikian apa yang dilakukan oleh Partai Golkar dalam etika politik sudah tepat,” ucapnya, saat dihubungi suarakarya.id, (24/8/2018).

Lebih lanjut dikatakannya, menyusul pernyataan Fadel Muhammad, bahwa Partai Golkar mengalami perpecahan lantaran tidak dipilihnya Airlangga sebagai cawapres Jokowi.

Menurut Balfas, Golkar adalah partai yang mandiri dan modern. Meski lahir di era orde baru, tapi saat partai berlambang beringin hitam itu juga dinilai memiliki basis massa yang jelas telah mengakar dan solid.

“Karena bagi Partai Golkar, setiap dinamika yang berkembang di internal partai adalah pelajaran berharga. Kita masih ingat pasca reformasi, bahkan publik mendesak agar Golkar dibubarkan. Tetapi nyatanya di Pemilu 1999 Golkar tetap berjaya,” ujar Balfas. ***

 

Editor : Dwi Putro Agus Asianto