logo

Alpukat Arjuno Varietas Baru Unggulan Desa Wonorejo

Alpukat Arjuno Varietas Baru Unggulan  Desa Wonorejo

Petani alpukat arjuno di kebunnya. (foto,ist)
24 Agustus 2018 09:16 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Berawal dari kegagalan dengan tanaman alpokat jenis lama, yang tiap panen harganya jatuh, para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Nakula Wonorejo, Kabupaten Malang, Jawa Timur melakukan terobosan mengembangkan varietas baru.

Ketua Tim Pakar Kemendes PDTT Haryono Suyono, di ruang kerjanya, Jakarta, Kamis (23/8/2018) kepada Suarakarya.id mengemukakan, ada seorang petani alpukat dari Desa Wonorejo, Jabot, yang menceritakan, petani alpukat di desanya melakukan eksperimen varietas alpukat baru yang lebih unggul.

"Pada 2010, inovasi itu menghasilkan jenis varietas alpukat baru yang dinamakan jenis Alpukat Arjuno," cerita Haryono. Dijelaskannya, Alpukat Arjuno memiliki ukuran buah yang lebih panjang, lingkarnya lebih besar, lonjong, serta pipih di batang tangkainya. Warnanya kekuningan seperti mentega dengan tekstur kulit lembut serta harum.

Sebuah alpukat beratnya bisa 1,9 kilogram (kg). Buah alpukat ini bisa panen setahun dua kali, yaitu musim rojo di bulan Juni dan saat musim apit di bulan Desember. Fenomena ini dapat dikatakan langka, tutur mantan Menko Kesra dan Taskin tersebut, karena tanaman alpukat umumnya berbuah satu tahun satu kali.

Pada 2015, Alpukat Arjuno diberi nama “Pameling” oleh Bupati Malang dan ditetapkan sebagai buah asli Wonorejo. Nama Pameling menunjukkan harapan warga, agar setiap orang yang melihat dan merasakan kelezatan buah alpukat ini terus eling, atau teringat kelezatannya.

Pada saat berbunga biasanya daun-daun pohon alpukat dimakan ulat terlebih dahulu, tetapi untuk alpukat Pameling proses pemakanan daun tidak terjadi. Alpukat Pameling popularitasnya sangat tinggi menembus tingkat nasional.

Pada 2017 Alpukat Pameling ini dikonteskan pada Pekan Nasional Petani Nelayan di Aceh dan mendapat peringkat juara II sebagai buah unggulan nasional. Hasil panen dijual melalui supermarket, karena sasarannya adalah pasar premium. Sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup dan pendapatan warga desa.

Produk ini telah menjadi unggulan desa atau ikon desa. Harapan ke depannya Wonorejo dapat menjadi sentra alpukat dan wisata edukasi pengembangan varietas alpukat. Hambatan yang ada adalah adanya anggota kelompok tani yang masih belum satu suara dalam pengembangan potensi yang dimiliki, secara sistem dan budaya masih belum terbentuk secara utuh sebagai paguyuban.

Editor : Gungde Ariwangsa SH