logo

Jangan Bikin Malu Saat Asian Games, Gubernur Anies Diminta Segera Sidak LRT Jakarta

Jangan Bikin Malu Saat Asian Games, Gubernur Anies Diminta Segera Sidak LRT Jakarta

Proyek LRT Jakarta segera dioperasikan
10 Agustus 2018 20:29 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar ), Sugiyanto, minta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segera melakukan inspeksi mendadak ( sidak ) pembangunan proyek light rail transit (LRT ) Jakarta rute Kelapa Gading-Velodrome.

Sidak ini diperlukan untuk memastikan LRT telah dapat beroprasi dan dapat digunakan masyarakat sebelum pesta Asian Game dimulai di Jakarta pada tanggal 18 Agustus 2018.

Sugiyanto mengatakan, bahwa untuk memastikan proyek LRT Jakarta dapat beroperasi tepat waktu, gubernur perlu mengetahui kendala-kendala yang harus segera dituntaskan baik pada persyaratan teknis dan kendala pada internal kebijakan Pemprov DKI.

“ Bisa bikin malu masyarakat Jakarta, LRT Jakarta belum operasi. Ini karena masih ada persyaratan yang belum terpenuhi, seperti sertifikat laik operasi dan safty assesment dari Kemhub, uji operasi, perjajian kerja sama ( PKS ) antara PT. Jakarta Propertindo ( Jakpro ) dan Pemprov DKI, izin operasi penuh, penetapan tarif dan syartat lainnya. Itu semua belum ada harus cepat dituntaskan, “ kata Sugiyanto yang akrab disapa SGY.

Anggata Presidium Relawan Anies-Sandi (Prass ) ini menegaskan bahwa untuk mendapatkan semua persyaratan itu perlu proses dan waktu yang cukup serta ada banyak pihak yang terlibat.

Namun semua itu bisa di penuhi sepanjang ada tanggungjawab dan kesungguhan untuk mentuntaskan masalah yang ada. Pihak PT. Jakpro dan Pemprov DKI harus bersama-sama bekerja keras mencari solusinya.

“ Pelaksanaan Pesta Asian Game 2018 Jakarta tinggal menghitung hari. Namun moda tranportasi LRT Jakarta ini masih belum siap digunakan. Padahal di Kota Palembang yang sama-sama menjadi tuan rumah Asian Game 2018 sudah bisa digunakan,” katanya.

SGY ini menambahkan bahwa pergantian Direktur Utama PT. Jakpro dan pencopotan serta rencana pergantian pejabat pada Pemprov DKI oleh Gubernur Anies Rasyid Baswedan jangan menjadi penyebab terhambatnya rencana pengoprasian proyek LRT Jakarta.

Boleh jadi pejabat tersebut takut mengambil keputusan karena baru menjabat atau karena stusnya hanya Pejabat Pelaksana Tugas ( PLT ), atau kareana akan dicopot.

Tetapi seharusnya tetap bersandar pada profesionalisme pejabat dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawanya. Lebih lanjut SGY menjelaskan bahwa setidaknya ada 5 Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKPD ) pada Pemprov DKI yang terlibat dalam proses percepatan pengoprasian LRT Jakarta yaitu, Dinas Pehubungan ( Dishub ) DKI Jakarta, Badan Pengelolahan Ase Daerah ( BPAD ), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( BAPEDA ), Asisten Perekonomian, dan Biro Hukum DKI Jakarta.

“ Memang PT. Jakpro yang membangun proyek LRT Jakarta dengan panjamg lintasan 5,8 km pakai uang DKI untuk rute Kelapa Gading-Velodrome Rawamangun. Tapi Aset LRT Jakarta itu tetap milik Pemprov DKI. Harus segera dibuat perjanjian kerja sama dulu antara PT. Jakpro dan Pemprov DKI. Ini kan belum ada. Bagaimana mungkin bisa ada tariff, ijin oprasional, dan lainnya, “ katanya.

Sugiyanto berharap Gubernur Anies Baswedan perlu melihat langsung kondisi lapangan proyek LRT Jakarta dan fakta-fakta kendala yang ada pada PT Jakpro dan Pemprov DKI. Untuk selanjutnya dapat mendorong semua pihak terkait cepat mengambil langkah yang dibutuhkan.

Tujuannya adalah agar LRT Jakarta dapat segera digunakan untuk kebutuhan Asian Game 2108 dan juga dinikmati oleh masyarakat Jakarta.

Editor : Yon Parjiyono