logo

Jetski Miliki Venue Termegah Di Dunia

Jetski Miliki Venue Termegah Di Dunia

Atlet jetski Aero Aswar dan Aksa Aswar berpose di depan venue jetski di Ancol, Jakarta.
10 Agustus 2018 19:58 WIB
Penulis : Azhari Nasution

SuaraKarya.id - JAKARTA : Indonesia boleh bangga karena pembangunan venue besar-besaran di tiap cabang olahraga, mempunyai kualitas bertaraf internasional. 


Tak kalah dengan pemugaran Gelora Bung Karno maupun Velodrome, Jet Ski selaku cabor pendatang baru pun demikian.
Indonesia Jet-Sport Boating Asociation (IJBA) selaku federasi yang membawahi Jet Ski Indonesia memamerkan venue yang akan menghelat cabor tersebut di Asian Games XVIII/2018, 23Agustus mendatang. 


Saiful 'Fully' Sutan Aswar selaku Ketua Umum IJBA pun menilai bahwa venue yang dimiliki cabornya merupakan yang termegah, bukan hanya di Asia melainkan dunia. 


"Venue ini terbaik nomor satu didunia. Saya bikin sistem ini dan dunia tidak ada yang punya. Jadi karena kita sudah bangun ini, kita ingin kasih lihat kedunia bahwa kita punya ini dan punya sistem," kata dia di Pantai Ancol, Jakarta, Jumat (10/8/2018).


Melihat satu-satunya venue permanen yang bertaraf internasional, IJBA pun yakin kedepan keberadaan sarana itu berdampak baik bagi federasinya. Karena dengan adanya venue tersebut, pihaknya lebih leluasa untuk melakukan program regenerasi. 


Berbicara regenerasi, venue seluas dua hektar itu akan menjadi markas IJBA untuk mencetak bibit muda berkualitasdi cabor Jet Ski. Pasalnya selepas Asian Games XVIII, IJBA memfokuskan venue tersebut kepada program yang akan dicanangkan, salah satunya akademi.


"Untuk kedepan saya akan kembangkan Jet Ski Akademi. Dimana akan ada program-program pembinaan. Dari situ kita akan ada pemasukan. Juga nantinya akan ada program lain dengan menggandeng sponsor," papar Fully.


Tak hanya itu, venue tersebut juga membuat Indonesia berpeluang untuk menjadi tuan rumah dalam kejuaraan bertaraf dunia. Akan tetapi, untuk mencapai itu masih perlu sinergitas antara IJBA dengan pemerintah, khususnya mengenai biaya pajak masuk yang dibebankan kepada peserta luar.


"Bisa saja (tuan rumah Grand Prix -red). Cuma yang masalah di Indonesia ini kesiapan kita untuk menyiapkan kebutuhan racer. Contoh, mereka datang sebulan sebelumnya. Mereka perlu sparepart dsb dan kita harus siap untuk itu," ungkap dia.


"Kita berbicara soal pajak (tax) masuk. Itu harus lancar. Ini yang harus kita ubah. Biaya masuk jetski itu tinggi dan harus dihilangkan. Karena cuma di Indonesia yang begitu. Dulu Thailand tinggi, sekarang nol. Malaysia juga. Kita masih tinggi terus," ujarnya. 

Editor : Yon Parjiyono