logo

BNPB: Jumlah Korban Gempa Lombok 321 Jiwa, Pengungsi 270.168 Orang

BNPB: Jumlah Korban Gempa Lombok 321 Jiwa, Pengungsi 270.168 Orang

Warga korban gempa bersiap melaksanakan shalat Jumat di pengungsian Desa Sigarpenjalin, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Jumat (10/8/2018). Korban gempa Lombok hingga saat ini masih memilih tinggal di pengungsian karena rumah mereka hancur akibat gempa. (Antara)
10 Agustus 2018 18:56 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - MATARAM: Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan jumlah korban akibat gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat bertambah menjadi 321 orang.

"Jumlah korban akibat gempa terus bergerak naik. Korban yang sebelumnya belum dilaporkan dan korban yang berhasil dievakuasi menambah jumlah korban," kata Sutopo melalui pesan tertulis yang diterima di Pekanbaru, Jumat (10/8/2018).

Sutopo mengatakan 321 korban meninggal dunia tersebut sudah diverifikasi. Sedangkan laporan-laporan tambahan mengenai jumlah korban meninggal juga masih terus diverifikasi.

"Artinya, jumlah korban meninggal dunia lebih dari 321 orang, tetapi masih perlu diverifikasi," jelasnya.

Sutopo mengatakan jumlah korban terbanyak berasal dari Kabupaten Lombok Utara, yaitu mencapai 273 orang, kemudian Kabupaten Lombok Barat (26), Kabupaten Lombok Timur (11), Kota Mataram (tujuh), Kabupaten Lombok Tengah (dua) dan Kota Denpasar (dua).

Jumlah pengungsi akibat gempa mencapai 270.168 orang yang tersebar di ribuan titik. Jumlah pengungsi juga diperkirakan terus bertambah karena belum semua terdata dengan baik.

"Di beberapa tempat dilaporkan masih terdapat pengungsi yang belum menerima bantuan terutama Kecamatan Gangga, Kayangan dan Pemenang yang berada di bukit-bukit dan desa terpencil," katanya.

Untuk memberikan bantuan kepada pengungsi di wilayah tersebut, sejak Kamis (9/8) penyaluran bantuan sudah menggunakan tiga helikopter dari BNPB dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

"Bantuan dari darat terus disalurkan. Bahkan melibatkan banyak relawan dari komunitas pecinta mobil dan masyarakat yang memiliki kendaraan untuk membantu distribusi bantuan. Dapur umum dan pos kesehatan juga banyak yang didirikan untuk melayani pengungsi," jelasnya seperti dikutip Antara. ***