logo

BUMDes Karya Makmur Jamin Pasar Petani Sawit Kecil

BUMDes Karya Makmur Jamin Pasar Petani Sawit Kecil

Perkebunan kelapa sawit. (Ist)
09 Agustus 2018 17:46 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Sejak dicanangkannya kegiatan Badan Usaha Milik Desa , (BUMDes) di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, dua kali lipat lebih petani sawit yang memiliki lahan sempit tidak perlu lagi risau. Hal tersebut dilaporkan anggota Tim Pakar Kemendes PDTT Ivanovick Saputra kepada Ketuanya Haryono Suyono,

Haryono Suyono di ruang kerjanya, di Jakarta, Rabu (8/8/2018) menceritakan, di masa lalu, mulanya petani memiliki lahan sawit yang luas, tetapi karena kesulitan ekonomi pada awal transmigrasi, banyak yang menjual lahannya. Sehingga, tersisa lahan yang relatif sangat sempit.

"Dengan lahan sawit yang luasnya kurang dari dua hektare, rata-rata hanya bisa panen di bawah 2 kwintal sehingga sulit menjual hasil panen," kata dia. Pengepul besar biasanya mengutamakan mengambil hasil panen besar, di atas setengah ton. Karena, ujarnua, dianggap tidak ekonomis melayani petani yang hasilnya kurang dari itu.

Padahal jarak ke pusat penjualan biasanya jauh. Sehingga, tidak menguntungkan kalau harus membawa produk ke tempat pengepul. Melalui gerakan gotong royong di Desa Pangkalan Tiga, Kecamatan Pangkalan Lada, pada akhir tahun 2014, rakyat membentuk usaha Karya Makmur, yang memiliki unit bisnis jual beli tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.

Dengan sasaran menolong petani kecil, yang modal awal usahanya berasal dari swadaya masyarakat. Dengan inisiatif Direktur usaha bersama itu, karyawannya melakukan usaha pengepulan sawit dengan cara menjemput sawit dari rumah petani door to door, untuk dijual ke pabrik kelapa sawit.

Dengan demikian, biarpun panennya sedikit, pemilik merasa nyaman karena petani tidak dikenakan biaya tambahan asalkan berada dalam satu jalur perjalanan penjemput.

Pada tahun 2015 dan 2016, pemerintah desa meresmikan usaha bersama itu menjadi BUMDes Karya Makmur dan melakukan penyertaaan modal dari Dana Desa (DD). BUMDes Karya Makmur melanjutkan usaha pengepul dan meningkatkan peserta dari 50 petani menjadi 125 petani, yang lebih dari 50 persen  adalah penjual petani penghasil kelapa sawit dengan lahan di bawah 2 hektare.

Dengan demikian, petani kecil memiliki kepastian pasar dan BUMDes bisa bersaing dengan pengepul besar yang sudah ada. Dalam menentukan harga beli dari petani, BUMDes mengacu pada harga tertinggi yang ditetapkan pabrik-pabrik kelapa sawit dan mengambil untung Rp 200 per kilogram.

Keuntungan yang didapat BUMDes digunakan untuk biaya operasional truk, tenaga pengangkut dan sopir. BUMDes menyediakan jasa peminjaman uang tanpa bunga dan pembayaran cicilannya menyesuaikan kemampuan petani.

Sejak penyertaan dana desa itu, BUMDes mampu berkontribusi terhadap pendapatan asli desa (PAD) sebanyak Rp 20 juta pada tahun 2016. Model bisnis dan inovasi yang dijalankan BUMDes Karya Makmur bisa diterapkan di daerah perkebunan sawit lain yang memiliki persoalan serupa

Editor : B Sadono Priyo