logo

Cawapres 2019:  Teka-teki Jokowi Dan Prabowo

Cawapres 2019: Teka-teki Jokowi Dan Prabowo

09 Agustus 2018 05:58 WIB

SuaraKarya.id - Oleh: Gungde Ariwangsa SH

Sampai Kamis tanggal 9 Agustus 2018 pukul 06.00 pagi WIB, 42 jam sebelum penutupan pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden belum ada kepastian pasangan yang akan tampil. Pasalnya, dua kandidat kuat capres, Joko Widodo dan Prabowo Subianto belum menemukan pasangan yang pasti. Sudah begitu beberapa partai politik masih terus bermanuver antara lain untuk menggolkan jagonya sebagai cawapres atau membentuk poros baru.

Otomatis, sejak pendaftaran capres/cawapres dibuka Sabtu (4/8/2018) pukul 08.00 lalu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat  kotak berkas pendaftaran masih kosong. Sempat muncul kabar, Jokowi maupun Prabowo akan mendaftar ke KPU, Kamis (8/8/2018) namun tidak terwujud. Akankah baru hari ini atau di hari terakhir, Jumat, semuanya akan terbuka dengan gamblang siapa paslon yang akan bertarung dalam Pemilihan Presiden 2019, masih penuh tanda tanya pula.

Seluruh rakyat Indonesia kini terus menanti siapa paslon yang berani tampil lebih dulu mendaftar di KPU. Meskipun bukan ukuran utama namun keberanian tampil lebih dulu mendaftar sedikit banyak menunjukkan kesiapan paslon itu. Baik dalam mengatur kekompakan para pendukung koalisi maupun dalam menentukan pilihan pasangan. Sedikit banyak, ini juga mencerminkan kekuatan dari capres itu.

Selain masalah kesolidan koalisi maka belum adanya paslon yang mendaftar ke KPU juga dipengarhui oleh sikap menunggu dan melihat. Terutama tentang uji materi soal gugatan ambang batas partai politik yang bisa memajukan capres/cawapres dan juga masa jabatan calon wakil presiden. Mahkamah Konstitusi belum memutuskan masalah ini sehingga ikut memberi andil molornya pendaftaran capres/cawapres.

Tidak terelakan maka pendaftaran paslon capres/cawapres akan terjadi hingga detik-detik akhir. Jika MK tidak mengeluarkan keputusan mengejutkan maka paslon yang tampil hanya Jokowi dan Prabowo bersama pendampingnya. Lalu siapa pendamping mereka masing-masing?

Masih terus bergulir. Meskipun sudah makin mendekat Jokowi dan Prabowo belum menentukan pilihan. Semua dibiarkan menunggu seperti mengikuti tayangan sinetron di layar kaca yang terus diulur-ulur episodenya hanya untuk menambah rasa penasaran.

Kubu Jokowi mengaluarkan teka-teki. Calon pendamping kandidat presiden petahana ini disebutkan mengecut ke nama yang berinisial M. Di sini semua dibuat untuk menebak-nebak karena dari cerita yang bergulir selama ini nama calon pendamping Jokowi hampir didominasi yang berinisial M. Sebut saja ada Muhaimin Iskandar, Mahfud MD, Moeldoko dan M yang lainnya.

Sedangkan kubu Prabowo yang masih terus mendapat tekanan dari para pendukung koalisinya bergerak lebih mengarah ke sasaran. Disebutkan sudah ada dua nama yang akan mendampingi Prabowo. Calonnya mengerucut ke dua nama yaitu Sandiaga Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono. Dua calon dari generasi muda yang tengah naik daun.

Bila itu benar maka pilihan Jokowi lebih berat. Karena M itu ada yang berasal dari kalangan agama dan militer. Dari sini pilihan akan jatuh ke duet sipil yang agamais ataukah sipil militer.

Sedangkan kubu Prabowo lebih cair. Tinggal menentukan siapakah yang dinilai lebih kompeten antara Sandiaga dan AHY. Ini akan manjadi duet senior dan junior. Yang tua dan muda menyatu. Meskipun ada pertanyaan akankah militer sipil atau militer-militer?

Mari terus menanti akhir cerita yang terus diulur-ulur ini. Sementara tantangan bangsa dan negara terus bergulir. Selamat main otak-atik dan berteka-teki. ***   

* Gungde Ariwangsa SH - wartawan suarakarya.id, Ketua Harian Siwo PWI Pusat, e-mail: aagwaa@yahoo.com