logo

AKBP Pandra, Gemar Donor Darah Sebagai Bentuk Pelayanan Masyarakat

AKBP Pandra, Gemar Donor Darah Sebagai Bentuk Pelayanan Masyarakat

AKBP Pandra, perwira yang pernah mendapat penghargaan dari Jusuf Kalla karena aktif donor darah.
05 Agustus 2018 17:33 WIB
Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - JAKARTA- Kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah masih tergolong rendah. Ini terbukti dengan kurangnya ketersediaan kantong darah segar di PMI. Menurut  World Health Organization (WHO), darah nasional suatu negara per tahunnya harus berjumlah 2 persen dari total penduduk. Di Indonesia, baru 70 persen darah yang tersimpan. Masyarakat masih dihantui stigma, bahwa melakukan donor darah bisa melemahkan kesehatan.

Namun anggapan negatif itu tidak berlaku buat AKBP Zahwani Pandra Arsyad. Ia dikenal gemar mendonorkan darah untuk kepentingan masyarakat. Mantan Abang Jakarta 1991 ini aktif mendonorkan darah sebanyak 105 kali sejak 1992.

"Sebagai anggota Polri harus mampu memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dalam bentuk apapun. Termasuk mendonorkan darah. Saya yakin ini bagian penting dari pelayanan masyarakat," ujar Pandra kepada Suarakarya.id, Minggu (5/8/2018).

Saat menjadi Kapolres Meranti Polda Riau, AKBP Pandra pernah mendonorkan darahnya kepada seorang nenek bernama Sayang (71) warga Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebing Tinggi Timur. Nenek tersebut membutuhkan 2 kantong transfusi darah karena penyakit anemia dan sudah 2 pekan dirawat di RSUD Selatpanjang. "Nenek itu membutuhkan darah golongan A+ sebanyak dua kantong sementara di RS tidak memiliki stok darah tersebut," kenang lelaki beristerikan Ny Fitriana itu.

Mantan ajudan Kapolri Jenderal Polisi Sutanto ini mengaku bangga karena menjadi pendonor darah aktif dan banyak dibutuhkan masyarakat. "Motivasi saya demi kemanusiaan dan kepedulian antar sesama karena darah manusia tidak bisa digantikan dengan apapun," ungkapnya.

Soal stigma yang menjadi momok di masyarakat anggota Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) ini mengaku tidak ada masalah. Kondisi kesehatannya sangat terjaga dengan baik. Bahkan saking seringnya donor darah penyakit kolesterol, asam urat dan trigliseridenya sembuh total.

"Alhamdulillah sejak 1992 sampai sekarang saya sudah melakukan donor darah sebanyak 105 kali dan kondisi kesehatan saya segar bugar," tandas Kasubbag Opinev Bagian Penum Biro Penmas Divisi Humas Mabes Polri ini.

Pada 2016 lalu, laki-laki kelahiran Semarang 30 Mei 1970 ini pernah mendapat piagam penghargaan dari Ketua Umum PMI Jusuf Kalla karena dengan suka rela telah menyumbangkan darah sebanyak 75 kali untuk kepentingan kemanusiaan.

Editor : B Sadono Priyo