logo

Judas Priest Undang Jokowi Bermetal Ria Saksikan Konsernya Di Jakarta

Judas Priest Undang Jokowi Bermetal Ria Saksikan Konsernya Di Jakarta

Foto: screenshot judaspriest.com.
04 Agustus 2018 09:59 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARYA: Judas Priest bikin kejutan. Lewat sebuah cuitannya di Twitter, kelompok musik cadas asal Birmingham, Inggris ini mengundang langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk hadir menyaksikan gelaran konsernya di Indonesia pada akhir tahun 2018.

"Dear President @Jokowi - We cordially invite you to attend our show on 7th December at Echopark Ancol and will be extremely honour by your acceptance - Judas Priest are very excited to visit your beautiful country and perform in Jakarta - Best Regards Judas Priest"

"Teruntuk Presiden Jokowi - Dengan hormat kami mengundang Anda untuk hadir di acara pertunjukan kami pada 7 Desember di Ecopark Ancol dan kami merasa sangat terhormat atas penerimaan Anda memenuhi undangan ini - Judas Priest sangat senang untuk mengunjungi negara Anda yang indah dan tampil di Jakarta! Salam Hormat Judas Priest" 

Demikianlah cuitan Judas Priest yang ditujukan kepada Presiden Jokowi melalui akun Twitterya, @judaspriest pada 3 Agustus 2018 pukul 11.00 waktu setempat.

Rasanya undangan ini wajar-wajar saja. Ini mengingat Jokowi sendiri sejak masa mudanya sangat menggemari musik metal. Hingga menjabat walikota, gubernur dan bahkan presiden pun tentu kegemaran mendengarkan musik metal tak akan luntur.

Masalahnya, dengan posisi menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia, saat ini apakah pantas seorang Presiden menyaksikan konser musik metal. Bisa dibayangkan betapa serunya jika Presiden Jokowi hadir di tengah-tengah acara dan menikmati penampilan salah satu kelompok musik heavy metal kawakan dunia ini bersama para metalhead Tanah Air. 

Hingga kini, Presiden Jokowi sendiri belum memberikan respon atas undangan Judas Priest tersebut. Mengingat konser pada 7 Desember mendatang adalah kedatangan pertama Judas Priest di Indonesia, tentunya akan menjadi hal yang menarik apabila Presiden Jokowi hadir dan bergembira bersama para metalhead Tanah Air. 

Namun, kontroversi sudah pasti akan terjadi. Apalagi, konser Judas Priest digelar pada tahun politik manakala situasi semakin memanas nenjelang perhelatan Pilpres dan Pileg serentak tahun 2019.

Sebagaimana diketahui Judas Priest siap menggebrak Jakarta dengan mengajak para metalhead di Indonesia untuk bersama-sama menghentak Ibukota di akhir 2018 mendatang. Konser bertajuk 'Judas Priest Live in Concert' itu tepatnya akan digelar di Ecopark Ancol, Jakarta, 7 Desember 2018.

Betapa besar pengaruh band cadas asal Birmingham, Inggris ini bagi perkembangan industri musik heavy metal dunia termasuk di Indonesia. Tak heran ketika konser Judas Priest di Jakarta diumumkan, antusiasne para penikmat musik metal di Tanah Air langsung meluap.

'Judas Priest Live in Concert' merupakan bagian dari debut tur konsernya di Asia termasuk Indonesia. Kelompok musik heavy metal legendaris dunia ini kini dihuni oleh Rob Halford (vokal), Andy Sneap (gitar), Richie Faulkner (gitar), Ian Hill (bas) dan Scott Travis (dram).

Posisi gitaris Glenn Tipton yang tengah menderita sakit digantikan gitaris Andy Sneap untuk tur Judas Priest 2018. Sejak pertama kali dibentuk tahun 1969 silam, band cadas asal Birmingham Inggris ini disebut-sebut dalam berbagai catatan sejarah sebagai musik yang mampu memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap industri musik maupun para pendengarnya di seluruh dunia.

Dalam perjalannya bermusik, Judas Priest telah mendapat Grammy Awards sebagai Best Metal Performance di tahun 2010. Begitu pun di tahun 1991, 1999 dan 2009, mereka selalu keluar sebagai nominator dari ajang penghargaan paling bergengsi dunia tersebut.

Selain sempat memboyong penghargaan dari Grammy Awards, Judas Priest tercatat pernah meraih penghargaan dari ajang lain. Sebut saja, Classic Rock Roll of Honour Awards di tahun 2005, Kerrang! Awards 2007 dan 2015, Metal Hammer Golden Gods Awards  2005, 2011 dan 2018, serta Metal Storm Awards di tahun 2005. ***

Editor : Pudja Rukmana