logo

Ratu Elizabeth II Murka Jadi Korban Berita Hoaks

Ratu Elizabeth II Murka Jadi Korban Berita Hoaks

22 Juli 2018 20:53 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - LONDON: Kabar bohong atau hoaks ternyata tidak hanya melanda Indonesia. Isu mengenai meninggalnya Pangeran Philip beredar di media sosial dan di kalangan staf kerajaan Inggris pada Jumat (20/7/2018), menyebabkan Ratu Elizabeth II murka.

Kabar bohong tentang kematian Duke of Edinburgh tersebut sempat menjadi trending di Twitter dan membuat Ratu Elizabeth II benar-benar marah.

Pangeran Philip memang baru saja menjalani operasi pinggul dan belakangan ini sedang menjalani proses penyembuhan.

Sang Ratu baru mengetahui adanya isu tersebut setelah sejumlah staf kerajaan menanyakan tentang kabar suaminya, seperti disampaikan salah seorang sumber kerajaan dikutip The Sun, Sabtu (21/7/2018).

Ketika isu tersebut beredar, Ratu Elizabeth II tengah berada di Kastil Balmoral, Skotlandia, sementara Pangeran Philip berada di Sandringham, Norfolk.

Menurut sumber kerajaan, saat mendengar berita hoaks tersebut, Ratu Elizabeth benar-benar murka dan langsung menghubungi suaminya.

"Mereka berdua berbicara di telepon cukup lama. Keduanya setuju tidak banyak yang bisa mereka lakukan menanggapi kabar bohong tersebut, namun mereka merasa sangat kesal."

"Tentu tidak menyenangkan saat orang-orang di seluruh dunia berkomentar tentang kondisi kesehatan Anda atau kematian Anda, bahkan meski Anda terbiasa berada di hadapan publik," kata sumber tersebut.

"Hal ini menunjukkan bagaimana intenet bisa menjadi sangat tidak terkendali dan Sang Ratu dibuat benar-benar marah dan menyebut kejadian ini memalukan," ujarnya.

Ditambahkan sumber, Sang Ratu, yang berusia 92 tahun, tidak akan berada di Skotlandia dan meninggalkan Pangeran Philip yang telah mendampinginya selama 70 tahun, jika suaminya itu benar-benar sedang sakit.

"Faktanya, tak hanya tidak sedang sakit, Pangeran Philip dalam kondisi yang prima dan sedang dalam masa penyembuhan usai operasi panggul beberapa waktu lalu," kata sumber itu.

"Operasi tersebut telah memberinya kesempatan hidup yang baru dan diharapkan pangeran akan dapat hidup hingga 100 tahun, seperti ibunda Ratu," ujarnya.

Sementara dari pihak Istana Buckingham menolak untuk berkomentar atas kabar tak bertanggung jawab tersebut. ***