logo

Range Pergerakan Sterling Melebar Paska Menlu Boris Johnson Mundur

 Range Pergerakan Sterling Melebar Paska Menlu Boris Johnson Mundur

Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson mundur dari kabinet menyusul Menteri Brexit David Davis
11 Juli 2018 23:44 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Bursa saham Wall Street ditutup di zona hijau pada hari Senin lalu (9/7/2018). Hal ini didorong oleh Dow dan S&P 500 memperoleh kenaikan terbesar mereka dalam lebih dari sebulan.

Saham bank melonjak menjelang laporan laba akhir pekan ini. Indeks S&P sektor perbankan naik 2,7 persen, mencatatkan kenaikan harian terbesar sejak 26 Maret.

Sementara itu sektor keuangan S&P 500 naik 2,3 persen memimpin kenaikan di antara sektor-sektor lain. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 320,11 poin (1,31%) menjadi 24.776,59.

S&P 500 naik 24,35 poin (0,88%) menjadi 2.784,17. Adapun Nasdaq Composite bertambah 67,81 poin (0,88%) menjadi 7.756,20.

Dollar Index Rebound terkait pelemahan GBP terhadap USD. DXY berada di angka 94.07 dengan intraday high di 94.20.

Range pergerakan Sterling pada perdagangan kemarin menjadi sangat lebar setelah Boris Johson mengundurkan diri dari kabinet Theresa May. DXY dalam range 93.70-94.35. Sementara Intraday Low berada pada 1.3193 sedangkan High berada pada 1.3367 pada perdagangan 9 Juli lalu.

Tercatat sudah 3 anggota dari pemerintahan yang mengundurkan diri dalam 24 jam terakhir.

Saat ini GBPUSD berada di level.1.3256 dengan support SMA 100 chart 4H di 1.3213 sedangkan resistance 1.3322.

Alasan banyaknya menteri yang mengundurkan diri dari kabinet May adalah rencana PM Inggris tersebut dinilai setengah-setengah dan tidak sepenuhnya keluar dari Uni Eropa***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto