logo

Diupayakan Bayi Di Kabupaten Nduga Dapat Menerima Pelayanan Imunisasi

Diupayakan Bayi Di Kabupaten Nduga Dapat Menerima Pelayanan Imunisasi

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nduga, Inna Gwijangge
11 Juli 2018 18:33 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - WAMENA: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nduga, Provinsi Papua, mengupayakan seluruh bayi yang berada di 12 distrik bisa menerima pelayanan imunisasi vaksin campak dan rubella.

Kepala Dinkes Kabupaten Nduga Inna Gwijangge di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Rabu (11/7/2018), mengatakan sosialisasi imunisasi campak dan rubella di Nduga memang yang terlambat untuk seluruh Indonesia, namun itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk menyukseskan program imunisasi tersebut.

"Target kami 100 persen kami bisa jangkau 420 kampung di sana, namun kendala kami adalah transportasi sebab 12 distrik dijangkau dengan pesawat dan sembilannya dengan helikopter," ujarnya.

Target imunisasi adalah kepada bayi, balita umur 9 bulan hingga 15 tahun sehingga dibutuhkan bantuan semua pihak, termasuk bantuan dari orang tua yang anak-anaknya belum imunisasi.

"Kegiatan vaksin campak dan rubella akan berlangsung Agustus, dan kami yang terakhir sosialisasikan, tetapi harapan kami untuk pelaksanaan kami yang pertama," ujarnya.

Walau belum ditemukan serangan campak maupun rubella di sana, ia memastikan pemberian vaksi imunisasi dan rubella tetap dilakukan karena tidak menutup kemungkinan terjadi kematian seperti di kabupaten lain.

Staf Dinkes Papua Sutingatin saat memberikan materi pada sosialisasi imunisasi campak rubella di Wamena, mengatakan imunisasi itu berfungsi melindungi tubuh dari penyakit sekaligus campak.

"Imunisasi ini penting, karena telah ditemukan beberapa kasus terutama baru-baru terjadi di Asmat yang banyak menimbulkan kematian terhadap anak-anak," tambahnya.

Seorang wanita yang terkena rubella akan berdampak beresiko terhadap bayi yang dikandung, yaitu menimbulkan kecatatan sehingga perlu adanya imunisasi.

"Untuk itu kita awali dengan imunisasi massal yang sasarannya adalah anak umur 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun. Kemudian setelah itu, vaksin rubella intruduksi measles campak rubella ini nantinya yang akan diintruduksikan menjadi program imunisasi," ujarnya. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto