logo

Tim Intelijen Kejagung Bekuk Buronan Korupsi

Tim Intelijen Kejagung Bekuk Buronan Korupsi

Kejaksaan Agung
11 Juli 2018 15:37 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Tim Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung)  mengamankan buronan korupsi pengelolaan jalan Tol Lingkar Luar Jakarta Seksi Pondok Pinang-Jagorawi (JORR) Pondok Pinang-TMII senilai Rp 1,05 triliun, Thamrin Tanjung.

"Buronan tersebut diamankan di Cilandak Town Square (Citos) Jakarta Selatan, Selasa (10/7) pukul 21.50 WIB," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati DKI Jakarta Nirwan Nawawi di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Thamrin Tanjung selanjutnya dibawa ke Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat untuk melakukan proses hukum lebih lanjut. Nirwan mengatakan bahwa pelaksanaan eksekusi terhadap Thamrin Tanjung itu sesuai dengan putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor: 720K/Pid/2001 tanggal 11 Oktober 2001.

Thamrin Tanjung merupakan terpidana dalam kasus tindak pidana korupsi dalam penerbitan CP-MTN PT Hutama Karya dengan nilai Rp 1,05 triliun dan 471.000.000 dolar  Amerika Serikat (AS) yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah). Terpidana dijatuhi  hukuman pidana penjara selama 2 tahun, pidana denda Rp25 juta subsider  6 bulan kurungan dan uang pengganti sebesar Rp8 miliar.

Korupsi  jalan tol JORR S merupakan kasus lama. Pada tahun 1998, saat PT Jasa Marga mengambilalih aset tersebut yang sebelumnya merupakan barang sitaan negara atas ketidakmampuan oknum melunasi utang untuk pembangunan jalan tol kepada BNI.

Pihak yang berutang adalah PT Marga Nurindo Bhakti dengan mengambil kredit dari BNI senilai Rp 2,5 triliun. Pada kenyataannya dari pinjaman sebesar itu, diketahui hanya Rp 1 triliun untuk pembangunan tol, sisanya tidak diketahui.

PT MNB tidak bisa mengembalikan uang pinjaman itu hingga tol disita dan diambil alih oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). BPPN mengembalikan proyek tersebut kepada negara, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Jasa Marga pada tahun 1998.

Pelarian Direktur PT Sergai Putra, Ali Ombo, terhenti setelah dua tahun menjadi buronan. Pria yang  dijatuhi hukuman 4 tahun 6 bulan penjara terkait korupsi itu  diringkus tim intelijen di Lubuk Pakam, Deli Serdang. "Dia diringkus dari kediaman orangtuanya di Jalan Pembangunan, Lubuk Pakam, Deli Serdang pada Minggu (1/7)," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian.

Ali Ombo langsung dibawa ke Kejari Tebing Tinggi untuk kemudian dijebloskan ke Lapas Tebing Tinggi untuk menjalani masa hukumannya.

Ali Ombo menjadi buronan sejak 2016. Pria ini terdeteksi selalu berpindah-pindah tempat, sampai mendapat informasi dia berada di rumah orangtuanya di Lubuk Pakam. "Tim yang dipimpin langsung Asintel Kejati Sumut langsung menuju lokasi dan meringkusnya," jelas Sumanggar.

Ali Ombo dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek peninggian Jalan Pulau Sumatera, Lingkungan II sampai Lingkungan IV, Kelurahan Tualang, Tebing Tinggi. Rekanan Dinas PU Tebing Tinggi ini merugikan negara Rp 347 juta dari total anggaran senilai Rp 1 miliar. Di tingkat kasasi, MA menghukum Ali dengan 4 tahun 6 bulan penjara. ***

Editor : Pudja Rukmana