logo

Justiani Liem Bantah Berita Polisi Geledah Kantor P3SRS GCM

Justiani Liem Bantah Berita Polisi Geledah Kantor P3SRS GCM

penguhi pemilik dan penguhi Apartemen Graha Cempaka Mas
11 Juli 2018 07:57 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Ketua IV Perhimpunan Pemilik dan Penghui Satuan Rumah Susun Graha Cempaka Mas (P3SRS GCM) Justiani Liem membantah berita Diduga Palsukan Dokumen RSUP, Polda Geledah Kkanto P3SRS GCM.

Berita tersebut dimuat Suarakarya.Id pada 5 Juli 2018. Justiani mengirimkan surat somasi pada 7 Juli 2018 Anehnya, dalam surat teraebut dia menyebut tidak pernah memberi keterangan kepada wartawan Tribun News.com.

"Saya Justiani Liem, Ketua IV P3SRS GCM yang dicatut nama dalam pemberitaan dibawah ini tanpa pernah dihubungi oleh wartawan Tribun News," kata Justiani dalam suratnya.

Dia menambahkan, disamping itu isi berita adalah fitnah dan tidak berdasar fakta sama sekali serta sangat jelas berbau pesanan dari PT Duta Pertiwi dan polisi ternakannya. Kejadian yang sesungguuhnya adalah sebagai berikut:

Faktanya, polisi tidak bisa menggeledah karena Pengurus P3SRS GCM tidak buta hukum dan meminta surat tugas dan surat pengadilan. Namun polisi tidak memberikan copynya. Hanya menunjuk kan dan tidak boleh difoto ataupun dicooy.

"Itu artinya hanya surat abal-abal saja makanya kemudian polisi akhirnya hanya minta ijin acting potret sana potret sini di Kantor P3SRS GCM buat memenuhi pesanan petinggi polri backingnya Sinarmas Group yang dimarahin sama majikannya," kata Justiani.

“Kami ini hanya bawahan. Posisi kami sangat sulit kalau diperintah seperti ini. Padahal kami tahu bahwa warga GCM berada di pihak yang benar”, demikian salah satu polisi memelas kepada Pak RW yang akhirnya kasihan dan mengijinkan potret sana potret sini.

Namun tidak ada penggeledahan dan tidak ada satupun dokumen yang diambil karena penyidik sudah tahu bahwa putusan Kasasi sudah memenangkan Kepengurusan Tonny Soennanto dan kqwan-kawan.

Demikian juga SK Gubernur dan Surat Kepala Dinas PerumahannRakyat dan Kawasan Permukiman DKI No 2145 Tanggal 23 Mei 2018 yang jelas-jelas menyatakan bahwa Kepengurusan Tunggal di GCM adalah Tonny Soenanto dan kawan kawan, dan itu final mengikat semua pihak.

Kewenangan warga GCM tersebut yang membuat mantan petinggi Polri backing Sinar Mas nggak mau karena dimaki majikannya sehingga memaksa untuk unit 1 Jatanras untuk me lakukan penggeledahan yang jelas- jelas melanggar prosedur dan etika disamping melecehkan Putusan MA dan menghina Gubernur DKI dan Kepala Dinas PR & KP.

Menutut Justiani Liem, tim polisi yang ditugasi juga mengeluhkan karena sangat rugi reputasi mereka dianggap tidak profesional. "Kami sebagai bawahan sangat sulit posisinya”, ujar Justiani Liem menirukan salah seorang polisi yang menyampaika keluh kesahnya.

Editor : Yon Parjiyono