logo

LIPI Kaji Ekosistem Danau Toba Untuk Perbaikan Kualitas Air

 LIPI Kaji Ekosistem Danau Toba Untuk Perbaikan Kualitas Air

Kepala Pusat Penelitian Limnologi LIPI Fauzan Ali (kiri). (foto,ist)
10 Juli 2018 21:22 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kondisi kualitas air Danau Toba telah mengalami penurunan dibandingkan dengan beberapa dekade sebelumnya.

Mengingat begitu pentingnya perbaikan kualitas air Danau Toba, maka Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Limnologi, akan mengulas lebih lanjut tentang kajian daya dukung ekosistem Danau Toba melalui pendekatan yang lebih sistemik. 

Ulasan tersebut dilakukan dalam Media Briefing “LIPI Kaji Ekosistem Danau Toba Untuk Perbaikan Kualitas Air”, di Media Center LIPI Pusat Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Sesungguhnya, berbagai penelitian telah dilakukan dalam rangka membantu perbaikan kualitas air Danau Toba. Salah satunya adalah perhitungan daya dukung lingkungan Danau Toba yang memberikan rekomendasi batasan jumlah produksi perikanan. Sehingga, diharapkan status kualitas air Danau Toba pada kondisi paling baik.

Namun,  kajian-kajian daya dukung yang telah dilakukan belum menggambarkan kondisi alamiah Danau Toba. Padahal, Danau Toba telah ditetapkan sebagai destinasi wisata berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2014. Namun, masih terdapat berbagai permasalahan yang harus diperbaiki, salah satunya adalah kualitas lingkungan Danau Toba yang masih jauh dari kondisi baik.

Puslit Limnologi LIPI telah melakukan kajian daya dukung ekosistem Danau Toba melalui pendekatan yang lebih sistemik. Dengan mensimulasikan interaksi komponen-komponen penyusun ekosistem Danau Toba, baik fisik, biologi, kimia hingga meteorologinya.

Pada kesempatan itu Kepala Pusat Penelitian Limnologi LIPI Fauzan Ali menyatakan, pendekatan yang dilakukan dalam kajian ini adalah dengan mengintegrasikan pergerakan air (hidrodinamika) Danau Toba dengan seluruh material yang terkandung di dalamnya. "Sehingga, hasil yang didapatkan lebih mendekati kondisi alaminya,” ujarnya.

Kajian ini, jelasnya, mensimulasikan hidrodinamika perairan Danau Toba serta ekosistem pendukungnya, dengan menggunakan system komputasi numerik. “Dengan simulasi ini pergerakan arus, pergerakan material (termasuk material pencemar), serta pertumbuhan fitoplankton di Danau Toba dapat diketahui," terangnya.

Sehingga, kondisi ekosistem danau dapat diproyeksikan ke depannya. Dalam kajian ini, Puslit Limnologi LIPI telah mensimulasikan bagaimana keberadaan keramba jaring apung terhadap kondisi kualitas air Danau Toba. Didapatkan bahwa untuk mendapatkan kualitas air Danau Toba pada kondisi baik (oligotrofik), sesuai dengan rekomendasi mendukung rekomendasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Pemerintah provinsi Sumatera Utara, maka jumlah keseluruhan keramba jaring apung di Danau Toba adalah 543 petak dengan asumsi produksi ikan 1430 ton per tahun.

Perhitungan ini jauh di bawah rekomendasi pemerintah dan kajian-kajian sebelumnya yang menetapkan total produksi hingga 10.000 ton pertahun. Untuk itu, dia berharap kajian yang dilakukan dapat mendukung pemerintah pusat maupun daerah, dalam usaha perbaikan kualitas air Danau Toba dalam mendukung iklim investasi pariwisata.

“Simulasi numerik ini diharapkan juga dapat diaplikasikan dalam penyusunan konsep pengelolaan ekosistem, pada danau-danau lainnya di Indonesia,” ungkapnya.

Editor : Laksito Adi Darmono