logo

Piala Dunia 2018, Kemenangan Tim Inggris Berdampak Pada Meningkatnya Kriminalitas

Piala Dunia 2018, Kemenangan Tim Inggris Berdampak Pada Meningkatnya  Kriminalitas

Fans Inggris merayakan kemenangan dengan Piala Dunia replika setelah pertandingan Sepak Bola Piala Dunia Perempat Final antara Swedia vs Inggris di Samara Arena, Samara, Rusia (7 Juli 2018). (Reuters/Antara)
10 Juli 2018 09:53 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - LONDON: Pihak kepolisian Inggris pada Senin (9/7/2018) memperingatkan para penggemar sepak bola Inggris untuk tidak mengulangi "perilaku mengejutkan" menyusul kemenangan Inggris pada babak perempat final Piala Dunia atas Swedia.

Sejumlah kecil perayaan kemenangan sempat memicu gangguan yang signifikan, yang mengarah pada tindakan kriminal, memblokir jalan dan perilaku anti-sosial, Kepala Polisi Nasional (NPCC) mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Sebanyak 44 personel keamanan Inggris dan Wales mencatat terjadi 387 insiden dan ada lebih dari 70 penangkapan selama akhir pekan akibat berbagai gangguan yang sebagian besar terkait alkohol.

"Banyak jalan di seluruh negeri diblokir, menghentikan kendaraan darurat untuk orang-orang yang membutuhkan dan ambulans harus keluar dari jalan sementara yang sedang diperbaiki," kata Wakil Kepala Kepolisian Mark Roberts, pimpinan NPCC untuk pengamanan sepak bola.

Dia mengatakan, toko-toko dirusak dan orang-orang dilecehkan atau diserang, sementara penggemar lain yang naik ke bus dan mobil telah menyebabkan kerusakan pada kendaraan tersebut dan juga beberapa kasus lainnya.

"Ini sangat kontras dengan para penggemar (Inggris) di Rusia yang perilakunya sangat baik, terlepas dari adanya beberapa insiden kecil."

NPCC telah mencatat 1.086 insiden terkait sepak bola sejak turnamen Piala Dunia dimulai pada 14 Juni, termasuk 226 pelecehan domestik, dan 230 penangkapan.

Sebelum semifinal Inggris melawan Kroasia pada Rabu, pertandingan terbesar tim nasional Inggris selama 28 tahun terakhir, Roberts mengimbau warga yang bersuka ria itu untuk menjaga perilakunya.

"Kami ingin orang-orang untuk merayakan ... tetapi tidak dengan mengorbankan penggemar yang taat hukum dan pihak-pihak yang sedang menjalankan pelayanan darurat," katanya. Demikian laporan Reuters dilansir Antara. ***