logo

Mendorong Tahun 2018 Menjadi Yang Terbaik

Mendorong Tahun 2018 Menjadi Yang Terbaik

09 Juli 2018 20:56 WIB

SuaraKarya.id - Oleh: Prof Dr Haryono Suyono

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani beberapa waktu  lalu memberikan Laporan Pertanggungjawaban APBN tahun 2017 pada Sidang Paripurna DPR RI dengan penuh kebanggaan. Laporan itu membanggakan karena secara rinci Menkeu melaporkan bahwa tahun 2017 merupakan periode penggunaan anggaran terbaik oleh berbagai kementerian dalam Kabinet Jokowi.

Dengan sangat menarik dilaporkan Menkeu,  pada bagian pertama berbagai dampak penggunaan anggaran pada perbaikan mutu sumberdaya manusia, bukan hanya dilaporkan jumlah dana yang telah dikucurkan untuk berbagai sektor pembangunan. Gaya laporan seperti ini memberi sinyal positif bagi para Menteri lain, agar laporannya menyinggung hal yang serupa, sehingga rakyat banyak bisa melihat dampak kerja keras seluruh apparat, bukan menghabiskan dana pembangunan.

Seluruh dana digunakan untuk memperbaiki mutu sumberdaya manusia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketiga indikator utama yang disoroti Menkeu  dalam Laporan kepada Sidang DPR tersebut adalah peningkatan Indeks Pembangaunan Manusia (IPM) menjadi 70,81 suatu nilai terbaik selama empat tahun terakhir. Biarpun angka yang menakjubkan ini belum banyak menggeser posisi Indonesia dalam kancah dunia, tetapi bahwa Menkeu menyoroti indikator ini sebagai bagian yang penting dari pelaporannya adalah suatu kemajuan yang sangat tinggi.  Utamanya merangsang Kementerian lainnya perlu konsentrasi mendongkrak indikator itu,  karena ternyata kalau kita mau, kita bisa menaikkan nilai indikator yang sangat penting itu.

Indikator kedua yang ditonjolkan adalah menurunnya angka penggangguran menjadi 5,3 persen, terendah dalam tiga tahun  terakhir. Kembali ditunjukkan oleh Menkeu bahwa kalau kita konsentrasi, maka angka keramat yang memerlukan kerja sama antar Kementerian untuk bisa diturunkan menjadi lebih rendah itu bisa dilaksanakan. Biarpun indikator itu masih tinggi karena definisi pengangguran yang masih longgar, tetapi prestasi bersama itu pantas diacungi jempol karena penurunan itu perlu kerja sama terpadu antar berbagai kementrian yang mengutamakan pemberian kerja kepada mereka yang menganggur.

Menkeu juga mencatat jumlah penduduk miskin diturunkan menjadi 26,58 juta jiwa terendah sejak tahun 2014.  Padahal jumlah penduduk selalu bertambah, sehingga pemerintah bisa mengatasi kenaikan jumlah penduduk sekaligus menurunkan jumlah penduduk miskin. Hampir pasti program Jokowi dengan dana desa langsung ke desa memberi kontribusi yang tinggi apabila diarahkan pada sasaran yang tepat dengan disiplin tinggi, Tanda-tanda penurunan pengangguran dan penurunan jumlah penduduk miskin ini memberi harapan bahwa program terarah, yang disertai komitmen tinggi, dilaporkan pada sidang DPR sebagai hal yang penting, kita bisa melaksanakannya dengan baik.

Ketiga pencapaian diatas dibarengi membaiknya nilai Ginie Ratio menjadi 0,391 terbaik sejak tahun 2014, menggembirakan karena jarak antara kaya dan miskin, biarpun masih menganga, tetapi makin membaik. Keadaan ini dibarengi pertumbuhan ekonomi masih di atas 5,07 persen dengan nilai produk domestik bruto sebesar Rp. 13.588,8 trilliun yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Sementara laju inflasi dapat dikekang pada nilai 3,61 persen yang dianggap tidak terlalu mengkawatirkan dengan nilai dollar yang wajar. Tentunya produk domestik bruto dewasa ini sebagian besar berasal dari usaha-usaha besar yang dikembangkan oleh industri dan produk-produk usaha masa lalu, belum banyak ditambah dengan produk yang berasal dari desa.

Program pembangunan di desa dalam tiga tahun terakhir ini baru diupayakan menyempurnakan infrastruktur pedesaan. Usaha ekonomi pedesaan dengan pengembangan Prukades yang menampung produk unggulan kawasan pedesaan baru dimulai. Tidak kurang dari 104 Kabupaten mulai bergabung dan menghasilkan tidak kurang dari 304 MOU untuk menata produk unggulan kawasan pedesaan mulai tahun 2018.

Usaha BUMDes, pengembangan badan usaha milik desa baru saja dikembangkan pada titik awal di tahun 2017 – 2018,  sehingga belum banyak memiliki kontribusi pada tahun 2017. Apabila pengembangan di tahun 2018 ini berjalan lancar, tidak mustahil di tahun 2018 nilai produk domestik bruto bisa meningkat, walau tidak tajam, di tahun mendatang bisa tajam. Kegiatan ekonomi pedesaan di 2018 diperkirakan bertambah baik, karena itu modal keberhasilan pemgangunan yang baik di tahun 2017 bisa menjadi modal awal yang sangat menguntungkan pada tahun 2018.

Program Padat Karya Tunai yang digelar pada awal tahun 2018 guna mengatasi kekurangan lapangan kerja selama musim panas dan musim tidak menggarap sawah dan musim penen akan sangat menolong menurunkan tingkat pengangguran. Apabila program ini berlanjut dengan baik, niscaya tingkat penggangguran akan bisa diturunkan dan anak muda desa tidak perlu harus pergi ke kota,  mengakhiri hidupnya sebagai penganggur. Dengan dibangunnya Embung Desa di banyak desa, tingkat pengangguran petani di desa bisa dikurangi,  karena selama musim panas para petani masih bisa memanfaatkan air yang tersimpan dalam Embung Desa guna menggarap sawahnya.  Untuk ditanami tanaman yang tidak memerlukan banyak air, sehingga penggangguran petani desa bisa dikurangi dengan drastis.

Embung Desa bisa dikembangkan menjadi arena wisata desa sebagai tempat memancing, sehingga para petani dan anak muda petani desa dapat mengembangkan kegiatan yang secara ekonomis mengurangi pengangguran pada tingkat desa. Di desa-desa juga dikembangkan Sarana Olah Raga Desa. Anak muda yang kreatif dan penduduk desa yang inovatif dapat mengubah Sarana ini menjadi tempat berbagai kegiatan yang menarik.

Selain menciptakan Olah Raga yang menarik banyak pengunjung, Sarana bisa disulap menjadi tempat penyelenggaraan pesta seni desa yang bisa mendatangkan pengunjung dari desa sekitar atau bahkan dari kota pada akhir pekan. Pesta Seni dan Pesta Olah Raga tersebut dapat dikemas menjadi pertunjukan akhir pekan yang menguntungkan. Penduduk desa dapat berjualan di pinggir lapangan sementara di tengah lapangan digelar olah raga atau olah seni yang menarik banyak pengunjung. Oleh karena itu, perlu kreatifitas penduduk desa dan lebih dari itu partisipasi dari para mahasiswa di kampus-kampus untuk terjun ke desa membantu masyarakat desa.  Dengan inovasi dan kegiatan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN), yang sekaligus membawa inovasi kampus ke desa dan menjadikan desa sebagai lahan mengembangkan inovasi, yang bisa mengubah kehidupan rakyat desa seakan seperti kehidupan modern.  Tapi, penduduknya tetap hidup nyaman di desa dalam budaya gotong royong yang akrab dan penuh kedamaian. Desa kita ubah menjadi tujuan wisata, tujuan investasi baru, tempat tinggal yang nyaman dan barangkali juga kampus-kampus kita pindah saja ke desa dengan kehidupan anak muda yang dinamik.  Sehingga, kehidupan gotong royong dan penuh keakraban seperti diajarkan oleh Pancasila tetap bisa berlangsung subur menciptakan rakyat desa modern, yang sanggup hidup sejahtera di antara bangsa-bangsa maju di dunia. Tahun 2018 bisa lebih baik dari tahun 2017. Semoga.

(Prof. Dr. Haryono Suyono, Ketua Tim Pakar Kementerian Desa PDTT).

Editor : B Sadono Priyo