logo

Bea Kapas China Untungkan Industri Tekstil Jateng

Bea Kapas China Untungkan Industri Tekstil Jateng

Foto Istimewa
21 Juni 2018 12:20 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - SEMARANG: Kebijakan China yang akan memberlakukan bea masuk tinggi kepada produk kapas dari Amerika Serikat, dinilai bakal memberikan keuntungan terbatas bagi produsen tekstil di Jawa Tengah (Jateng).

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Kota Semarang, Agung Wahono, menyebut apabila kebijakan bea masuk tersebut dilakukan Negeri Panda, maka akan membuat ongkos produksi perusahaan tekstil menjadi lebih murah. Namun, kondisi itu dinilai tidak akan terlalu memengaruhi aktivitas ekspor dan daya saing produk Indonesia khususnya Jateng di pasar global.

“Perkiraan kami, ongkos produksi akan tereduksi maksimal 25%. Sebab selama ini AS menjadi sumber impor kapas utama kami. Tapi untuk keuntungan dari sisi yang lain relatif terbatas,” tuturnya, Rabu (20/6/2018).

Pernyataan senada diungkapkan Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng, Dedy Mulyadi Ali. Menurutnya, perusahaan yang akan mendapat keuntungan besar dari kebijakan retaliasi kapas China kepada AS adalah mereka yang bergerak di sektor pemintalan benang dan kain katun.

“Namun keuntungannya juga terbatas. Sebab biasanya negara importir seperti AS, maunya impor produk benang atau katun dari Indonesia di mana bahan baku seperti kapasnya didapat dari AS juga. Begitu pula dengan China,” ujarnya.

Untuk sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) lainnya, Dedy menilai tidak akan terlalu memberi dampak signifikan selain dari sisi ongkos produksi yang tereduksi. Pasalnya, potensi murahnya harga kapas di pasar interasional akan berlaku secara global.

Alhasil, kondisi tersebut akan memberikan dampak serupa di negara pesaing Indonesia di sektor TPT seperti Vietnam, Bangladesh dan Sri Lanka.***

Editor : Yon Parjiyono