logo

Yang Mampu Mendukung Umur Panjang

Yang Mampu Mendukung Umur Panjang

Haryono Suyono (kiri) walau sudah lansia, tapi masih dipercaya Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo (kanan) menjadi Ketua Tim Pakar Mendes PDTT, karena kemampuannya. (foto,ist)
20 Juni 2018 19:30 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Prof Dr Haryono Suyono, di Jakarta, Rabu (20/6/2018) mengemukakan, belum lama ini dunia dikejutkan terpilihnya “Kakek" Mahatir Muhammad sebagai Perdana Menteri Baru dari Malaysia.

Sebelumnya teman-teman dari Indonesia setengah tidak percaya, ketika Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo mengangkat dirinya, yang mantan Menko Kesra dan Taskin dan berusia hampir 80 tahun menjadi Ketua Tim Pakar Kemendes PDTT.

Ternyata di beberapa negara maju, misalnya yang dekat dengan Indonesia seperti di Jepang, Perdana Menterinya bisa saja berusia di atas 60, 70 atau bahkan 80 tahun. Suatu usia yang dianggap muda pada keadaan negara yang usia harapan hidupnya berada di atas 80 tahun.

Apa rahasia usia panjang itu? Dalam media sosial yang beredar pada Hari Raya Idul Fitri, seorang peneliti bernama Julianne Holt-Lunstad dari Brigham Young University, melalui pemelitiannya terhadap sample besar dari penduduk usia di atas 100 tahun. Guna mengungkap rahasia, kenapa seseorang bisa mencapai usia sangat lanjut, memiliki kreativitas dan kemampuan yang tinggi.

"Hasilnya ternyata tidak seperti kita bayangkan, terungkap beberapa “prediktor” yang menarik untuk kita simak bersama," ujarnya. Mirip kehidupan “kakek sepuh berusia 92 tahun” Mahatir Muammad dari Malaysia atau “kakek yang lebih muda” Haryono Suyono dari Indonesia.

Dijelaskannya, menurut penelitian Julianne Holt tersebut, bahkan setelah menunggu beberapa tahun setelah penelitian itu, kondisi diet, olah raga dan kegiatan pemeliharaan kesehatan dengan sistem seperti itu ternyata bukan merupakan alasan atau prediktor paling kuat atau paling tinggi seseorang bisa hidup dalam usia lanjut yang panjang. Karena, kondisi tersebut hanya menempati ranking ketiga dari prediksi yang muncul.

Dari hasil penelitian yang melibatkan puluhan ribu penduduk lanjut usia yang cermat tersebut. Dua prediktor atau alasan paling tinggi manyangkut dua kategori yang biasanya tidak dianggap lazim, sebagai penyebab atau syarat seseorang berusia panjang. Yakni disebut close relationship atau hubungan seseorang atau sekelompok orang paling dekat kepercayaannya.

Yang paling dekat pengaruhnya disebut sebagai social integration atau kebersamaan terhadap seseorang atau sekelompok orang di sekitar kita. Close relationship termasuk di dalamnya adalah hubungan kepercayaan terhadap seseorang.

Misalnya, kalau butuh pinjam uang, kalau sakit membantu membawa ke dokter, atau kalau ada masalah bebas membicarakannya. Suatu hubungan yang menyangkut kepentingan pribadi.

Prediktor yang paling kuat ternyata adalah hubungan yang lebih personal, tidak harus dengan sahabat. Seperti siapa melayani kopi, hubungan dengan siapa bertemu bermain pokker, atau siapa yang menyapa di jalan kalau kebetulan lewat.

Bahkan, dengan siapa saja yang mungkin tidak dikenal tetapi dijumpai dalam suatu peristiwa, yang tidak perlu ada artinya. Suatu interaksi yang tidak perlu formal, tidak perlu ada artinya. Tapi, membuat hidup ini seperti ada artinya.

Suatu keadaan memberi arti bagi sesuatu yang sesungguhnya mungkin saja tidak ada artinya. Sesuatu yang tidak direncanakan tetapi bisa menambah panjangnya usia hidup seseorang.

Editor : Markon Piliang