logo

Tiap 2 Detik, Satu Orang Menjadi Pengungsi

Tiap 2 Detik, Satu Orang Menjadi Pengungsi

Pengungsi. (ist)
20 Juni 2018 11:26 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - NEW YORK: Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dalam laporan terbarunya yang dirilis Selasa (19/6/2018) menyebutkan, hingga tahun 2017 jumlah pengungsi karena perang, kekerasan dan persekusi mencapai 68,5 juta orang.

Gelombang pengungsi baru itu, terutama muncul karena krisis di Myanmar, Kongo, Sudan Selatan, dan Suriah.

"Sekitar 70 persen pengungsi yang ada saat ini datang hanya dari 10 negara," kata Komisaris Tinggi PBB Urusan Pengungsi Filippo Grandi.

Jumlah pengungsi global itu termasuk sekitar 40 juta pengungsi domestik yang terutama ada di Kolumbia, Suriah dan Republik Demokratik Kongo.

"Jika saja konflik di 10 negara ini bisa diselesaikan, atau setidaknya beberapa dari konflik itu, angka pengungsi mungkin bisa turun lagi, dan bukannya naik setiap tahunnya," kata Filippo Grandi.

Menurut laporan PBB tentang situasi pengungsi global, tahun lalu ada 16,2 juta pengungsi baru. "Setiap hari ada sekitar 44.400 pengungsi baru yang harus meninggalkan rumah dan kampung halamannya. Itu berarti, setiap dua detik ada satu pengungsi baru," kata PBB.

Sementara jumlah pengungsi yang 2017 bisa kembali ke kampung halamannya mencapai 667.400 orang, atau sekitar 3 persen dari keseluruhan pengungsi.

Laporan PBB menyebutkan, 85 persen pengungsi berasal dari negara berkembang, dan kebanyakan pengungsi berada dalam kondisi "sangat miskin". Mereka terutama berasal dari Suriah, Afghanistan, Sudan Selatan, Sudan, Myanmar, Somalia dan Kongo.

PBB mengatakan, arus pengungsi tahun 2015 dan 2016 sangat terasa di Eropa. Di negara-negara yang membuka diri bagi pengungsi, jumlah kedatangan melonjak tajam. Di Jerman, jumlah pengungsi secara keseluruhan dalam kurun waktu 2 tahun itu, meningkat 45 persen. ***