logo

Masuk H-2 Lebaran, Harga Sapi Di Ternate Alami Kenaikan

Masuk H-2 Lebaran, Harga Sapi Di Ternate Alami Kenaikan

Ternak Sapi Di Ternate
13 Juni 2018 21:29 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - TERNATE: Harga daging sapi di Ternate, Maluku Utara (Malut) pada H-2 lebaran Idul Fitri mengalami kenaikan dari Rp110 ribu menjadi Rp130 ribu per kg, karena meningkatnya permintaan.

Salah seorang pedagang daging sapi, Mustafa di Ternate, Rabu (13/6/2018), mengatakan, naiknya harga daging sapi karena minimnya stok sedangkan permintaan dari pembeli tinggi sehingga harganya mengalami kenaikan.

Menurut dia, daging sapi yang mereka jual juga mengalami kenaikan harga, tetapi hingga siang tadi seluruh daging yang dijualnya telah habis karena tingginya kebutuhan masyarakat jelang lebaran Idul Fitri.

Dia mengakui, meskipun permintaan meningkat kenaikan tidak terlalu tinggi, karena sudah dilakukan kesepakatan harga sehingga pihak mmanapun tidak dapat bermain untuk menaikan harga.

Dia menambahkan, para pedagang tetap menyiapkan kebutuhan daging sapi di Ternate, dimana setiap harinya untuk pasar Bahari Berkesan dan Pasar Bastiong mencapai 840 kg dan stoknya tetap terpenuhi.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Daging Sapi dan Kerbau Malut, Ibrahim Hamid mengakuk, naiknya harga daging sapi karena dipicu kurangnya stok yang masuk di pasaran dan bukan karena jelang lebaran Idul Fitri.

Menurut dia, minimnya stok itu diakibatkan banyaknya pedagang asal Sulawesi yang datang untuk membeli sapi asal Halmahera untuk di bawah ke luar Malut, sehingga memicu terjadinya kenaikan harga.

Oleh karena itu, dia meminta pemda setempat agar tidak mengizinkan para pembeli untuk membawa ternak keluar Malut agar tidak berpengaruh pada harga daging, karena sering mengeluarkan ternak sapi keluar itu semangat berpengaruh pada harga yang ada di daerah ini.

Sebab, pihaknya juga mewanti-wanti para pedagang untuk tidak menjual sapi betani produktif, karena sesuai ketentuan yang diatur melalui Undang-Undang nomor 41 tahun 2014 tentang pelarangan penyembelihan sapi betina produktif.

Kendati demikian, kata Ibrahim, harga daging sapi Rp120 ribu per kg ini masih normal dan belum mengalami lonjakan harga saat bulan Ramadan, meskipun permintaannya meningkat.

Sehingga, dalam antisipasi hanya dilakukan untuk kebutuhan masyarakat jika terjadi lonjakan harga dengan semakin banyaknya pembelian, maka pihak pemasok tetap upayakan ketersediaan tetap ada untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Ternate. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH