logo

Sharp Dan Nokia Siap Gelontorkan Investasi Ke Indonesia

Sharp Dan Nokia Siap Gelontorkan Investasi Ke Indonesia

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama dengan President and CEO Sharp Corporation Tai Jeng Wu, di Jakarta, Senin (11/6/2018). (dok. Kemenperin)
13 Juni 2018 19:47 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Harjanto menyampaikan, perusahaan elektronika asal Jepang, Sharp Corporation berkomitmen akan meningkatkan investasi di Indonesia. Ini merupakan hasil pertemuan antara Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dengan President dan CEO Sharp Corp. Tai Jeng Wu di Jakarta, Senin (11/6/2018).

“Mereka melihat Indonesia merupakan pasar potensial yang besar dan bisa menjadi basis manufaktur untuk meningkatkan daya saing produknya guna memenuhi kebutuhan pasar domestik dan global,” ucapnya. 

Kemenperin menyambut positif rencana penambahan investasi tersebut dan berharap dapat terealisasi cepat serta meningkatkan kemitraan dengan industri komponen lokal. 

“Selain Sharp, sebanyak 24 industri komponen telepon seluler (ponsel) dari China yang bermitra dengan Xiaomi, juga telah menjajaki lokasi industri di Pulau Batam untuk berinvestasi dan mendukung pengembangan industri ponsel di dalam negeri,” tuturnya.

Pada hari yang sama, Menperin juga bertemu dengan perwakilan dari perusahaan ponsel Nokia, yakni Chairman HMD Global, Sam Chin dan Vice President HMD Global, James Rutherfoord. Hasil pertemuan ini, antara lain pihak Nokia akan mengubah model bisnisnya dengan melibatkan mitra lokal termasuk di Indonesia dalam upaya pengembangan industri ponsel yang berskala global.

“Perkembangan bisnis ponsel saat ini memang cepat sekali trennya berubah, sehingga dengan strategi tersebut, Nokia menargetkan akan bisa menguasai sekitar 10 persen market share di Indonesia,” tutur Harjanto. 

Kemenperin pun akan selalu mendukung langkah yang dilakukan oleh Nokia itu sekaligus mengajak untuk meningkatkan investasinya di Indonesia.

Berdasarkan data Kemenperin, saat ini sudah ada sebanyak 30 industri komponen ponsel dan komputer tablet di dalam negeri, yang antara lain memproduksi PCBA, adapter (travel charger), earphone, kabel USB, chasing baterai, cell baterai lithium, bahan baku baterai lithium, serta karton box, manual box, dan kartu garansi. 

Sementara itu, terdapat tiga industri ponsel di dalam negeri yang telah mempunyai fasilitas surface mount technology (SMT), yakni PT Samsung Electronics Indonesia, PT Satnusa Persada dan PT Oksha Teknologi Indonesia. ***

Editor : Laksito Adi Darmono