logo

JK: Indonesia Masuk DK PBB Karena Kekuatan Lobi Dan Peran Aktifnya Jaga Perdamaian Dunia

JK: Indonesia Masuk DK PBB Karena Kekuatan Lobi Dan Peran Aktifnya Jaga Perdamaian Dunia

Foto: Istimewa
13 Juni 2018 09:47 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - TOKYO: Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjelaskan negara lain melihat pengalaman Indonesia dan sumbangannya dalam ikut menjaga perdamaian dunia sejak tahun 1950-an. Ini merupakan salah satu faktor yang membuat Indonesia tercatat empat kali menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB.

Menurut JK, peranan Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia bida dilihat dari keikutsertaan Indonesia ketika dipercaya mengirimkan pasukan perdamaian ke negara-negara konflik. Hal itu sudah dilakukan Indonesia sejak zaman kemerdekaan.

"Indonesia mengirimkan 'peacekeeping for, apakah itu di Timur Tengah, Sinai, Kongo, Bosnia, di mana-mana Indonesia ikut serta. Kadang tidak banyak negara yang memiliki fasilitas latihan khusus pasukan keamanan," ujar JK di sela-sela lawatannya ke Tokyo, Jepang, Senin (11/6/2018) seperti dikutip dari detik.com.

Selain keikutsertaan pasukan perdamaian, JK mengatakan, faktor Indonesia terpilih untuk yang keempat kali menjadi anggota DK PBB karena kerja sama banyak pihak. Khususnya Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yang aktif melakukan lobi-lobi saat bertemu pihak PBB.

"Ya, semuanya bekerja dengan baik. Ibu Menlu dan seluruh stafnya melobi. Saya juga tentu apabila di PBB hampir semua acara-acara, pesta-pesta hadir untuk melobi negara-negara anggota lainnya. 

Kalau di-voting itu kan suara negara besar dan negara kecil sama saja. Sama dengan pemilihan umum. Ini hasil kerja semualah. Kenapa berhasil? Karena, kerja keras teman-teman Kemenlu dan lobi kita semua," ungkap JK.

Tangkal Terorisme dan Radikalisme

Ada empat fokus yang ditetapkan Indonesia pada periode keempat ini. Antara lain, memperkuat ekosistem perdamaian dan stabilitas global, menguatkan sinergitas antar negara-negara dengan DK PBB dalam menjaga perdamaian. 

Kemudian. mendorong terbentuknya global comprehensive approach untuk memerangi terorisme, radikalisme, dan ekstremisme, serta mendorong kemitraan global untuk mencapai perdamaian dunia.

Lebih jauh JK menjelaskan, terpilihnya Indonesia sebagai anggota DK PBB merupakan tanggung jawab besar untuk berbicara terkait permasalahan dunia. "Ini kita merasa ini bukan suatu kehormatan. Ini tanggung jawab dan (untuk) dapat berbicara secara langsung terhadap masalah-masalah dunia. 

Artinya, Indonesia masuk sekarang jadi aktif secara terus-menerus selama dua tahun untuk membahas menyelesaikan masalah-masalah di dunia ini. Ini sangat strategis," ujar JK pula.

JK mengibaratkan DK PBB seperti pengurus harian di sebuah organisasi. Posisi strategis Indonesia di DK PBB memberikan keuntungan untuk menyampaikan secara langsung pendapat ataupun solusi terhadap permasalahan di dunia.

"Kan begini, Dewan Keamanan itu satu tingkat di bawah Majelis Umum. Jadi, seperti kalau organisasi dewan keamanan itu seperti pengurus harian yang bekerja sepanjang waktu untuk apabila ada masalah-masalah di dunia ini," ucap JK.

"Kalau tidak menjadi anggota Dewan Keamanan, yaitu tinggal di Majelis Umum saja atau institusi-institusi PBB lainnya," ungkapnya menambahkan.

Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB setelah mendapat 140 dari 190 suara. Dengan raihan itu, Indonesia bersama Jerman, Belgia, Afrika Selatan, dan Republik Dominica akan bergabung dengan anggota tetap DK PBB untuk periode 2019-2020.

Dengan raihan terakhir itu, sudah empat kali Indonesia tercatat menjadi anggota tidak tetap DK PBB. Dua kali diperolehnya di zaman Presiden Soeharto dan sekali di era Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Indonesia pertama kali terpilih untuk masa bakti 1973-1974 bersama Kenya, Peru, Australia, dan Austria. Indonesia kembali terpilih untuk masa bakti 1995-1996 bersama Jerman, Botswana, Honduras, dan Italia dan masa bakti 2007-2008 bersama Italia, Belgia, Panama, dan Afrika Selatan. ***

Editor : Pudja Rukmana