logo

PDIP: 'Jalan Tol Jokowi', Kreasi Masyarakat Atas Kinerja Presiden Untuk Rakyat

PDIP: 'Jalan Tol Jokowi', Kreasi Masyarakat Atas Kinerja Presiden Untuk Rakyat

Foto: Istimewa
13 Juni 2018 06:38 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menilai, spanduk bertuliskan 'Jalan Tol Pak Jokowi' hanyalah kreasi masyarakat atas kinerja Jokowi. Hal itu sekaligus menegaskan bahwa apa yang dibangun Jokowi semata-mata memang untuk rakyat.

"Itu sebagai kreasi dari masyarakat karena banyak yang gerah, karena sedikit-sedikit dipolitisasi, kemudian mereka mengekspresikan bagaimana kerja keras Pak Jokowi untuk rakyat," kata Hasto, di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (12/6/2018).

Terakhir, Presiden Jokowi sendiri telah meresmikan Jalan Tol Ngawi - Kertosono, Seksi Ngawi - Wilangan sepanjang 51,9 km di Gerbang Tol Madiun.

Hasto membantah jika ada tudingan spanduk itu untuk menyaingi gerakan #2019GantiPresiden. PDIP, katanya, tidak merasa panik dengan adanya tagar tersebut. "Enggak ada, kita enggak pernah panik," ujarnya seperti dikutip liputan6.com.

Dia menegaskan, semua yang dibangun Jokowi untuk seluruh rakyat Indonesia. Tidak hanya masyarakat yang pro ataupun kontra, semua berhak menikmati fasilitas yang sama. "Karena kepentingan Pak Jokowi adalah kepentingan untuk semua, bukan hanya untuk yang memberi dukungan kepada Beliau," ucap Hasto.

Senada dengan Hasto, Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi KSP, Eko Sulistyo mengatakan, pembangunan infrastruktur, termasuk fasilitas jalan tol oleh pemerintahan Presiden Jokowi bukan ditujukan untuk kelompok tertentu. Semua lapisan masyarakat bisa menggunakan fasilitas yang disediakan negara tersebut.

"Itu tidak ditujukan untuk kelompok politik tertentu. Semua bisa menggunakan dan bisa memanfaatkan. Dan, ketika pemerintah membangun itu karena itu mandat kepada seorang pemimpin, salah satunya membangun fasilitas yang bisa digunakan oleh masyarakat," kata Eko Sulistyo, Minggu (10/6/2018).

Meski demikian, kata Eko, pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing satu sama lain. Dia berharap momentum Ramadhan dan Idul Fitri nanti jadi ajang untuk bersilaturahmi dan persatuan. "Jadi, marilah kita jadikan peristiwa mudik dan Idul Fitri ini sebagai momentum untuk silaturahmi kebangsaan," ujarnya.

Menurut Eko, sebaiknya bangsa Indonesia harus memaknai momentum mudik, Idul Fitri sebagai momentum untuk silaturahmi yang memiliki makna saling menyatukan dan kemudian saling memaafkan. Ia mengingatkan, bukan untuk tujuan politik,

Secara khusus, Eko pun mengingatkan  langkah Presiden pertama RI Soekarno, yang menjadikan momen Idul Fitri tahun 1948  untuk menyatukan semua pandangan. Ketika itu Presiden Soekarno mengumpulkan para ulama da elite politik yang dikemas dalam acara Halal Bihalal Idul Fitri.

Persiapan Serius

Memang, arus mudik Lebaran tahun ini terbilang lancar. Hingga H-2 Lebaran 1439 Hijriah, tidak terdengar berita tentang kemacetan parah yang dialami pemudik seperti yang terjadi tahun-tahun sebelumnya. 
Selain karena libur Lebaran diperpanjang juga jalan-jakan tol baru telah dibuka. 

Persiapan menghadapi arus mudik Lebaran pun telah dilakukan secara lebih matang oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) dan kementerian terkait lainnya sejak jauh-jauh hari. Apalagi, Polri dan jajarannya termasuk Jasa Marga dan pihak swasta lainnya pun aktif mengupayakan agar prosesi mudik Lebaran berjalan lancar, aman dan damai.

Kondisi ini pun sempat dimanfaatkan oleh pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyentil lawan-lawan politiknya. Mereka sengaja mengingatkan pemudik soal kinerja Jokowi yang gencar membangun infrastruktur termasuk tol, sehingga arus mudik Lebaran tahun ini lancar.

Salah satu caranya, antara lain dengan melakukan aksi memajang spanduk di beberapa lokasi strategis jalan  tol dengan tulisan, "Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Pendukung #2019GantiPresiden, Anda sedang melewati jalan Tol Pak Jokowi."

Terlepas dari itu, munculnya spanduk bertuliskan ' tol Jokowi', merupakan reaksi masyarakat atas kondisi politik yang terjadi belakangan ini. 

Bermula dari aksi ajakan membunyikan klakson bagi pendukung gerakan #2019GantiPresiden. Sebagai reaksinya, kemudian  muncul spanduk bernada satire dari simpatisan Jokowi kepada pendukung #2019GantiPresiden. Jadi, ada aksi, muncul aksi lainnya sebagai reaksi. ***

Editor : Pudja Rukmana