logo

Demokrat: Spanduk 'Jalan Tol Pak Jokowi', Penyesatan Dan Fitnah Kepada Presiden

Demokrat: Spanduk 'Jalan Tol Pak Jokowi', Penyesatan Dan Fitnah Kepada Presiden

Foto: Istimewa
12 Juni 2018 23:04 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Lebaran tinggal beberapa hari lagi. Namun, gunjingan tentang keberadaan spanduk 'Jalan Tol Pak Jokowi' yang viral di media sosial, tetap saja membahana.

Sebagaimana diketahui, setelah heboh ajakan aksi klakson 3 kali selama mudik Lebaran untuk pendukung #2019GantiPresiden, muncul reaksi berupa spanduk bertuliskan 'Jalan Tol Pak Jokowi'. 

Di antara spanduk yang sempat viral di medsos bertuliskan," Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Pendukung #2019GantiPresiden, Anda sedang melewati jalan Tol Pak Jokowi'. 

Tampak spanduk disebar ke berbagai daerah, khususnya di lokasi-lokasi strategis jalan tol untuk arus mudik lebaran. Spanduk 'Jalan Tol Pak Jokowi' itu pun memenuhi linimasa media sosial. 

Terkait hal itu, Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean turut angkat bicara mengenai spanduk 'Jalan Tol Pak Jokowi' yang viral di media sosial. 

Melalui akun Twitter @LawanPolitikJKW yang diposting pada Minggu (10/6/2018), Ferdinand Hutahaean mengatakan spanduk 'Jalan Tol Jokowi' merupakan wujud dari kegagalan revolusi mental. 

Ia pun menilai wajar kalau Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mempertanyakan pelaksanaan 'revolusi mental' di negeri ini yang cenderung dilupakan karena Jokowi lebih sibuk dengan urusan infrastruktur.

Menurut Ferdinand Hutahaean, jalan tol dibangun atas pajak semua rakyat. Jadi, jalan tol adalah milik rakyat. Oleh karena itu, spanduk 'Jalan Tol Pak Jokowi' merupakan upaya penyesatan dan fitnah kepada presiden yang harus segera diusut.

Berikut sejumlah postingan Ferdinand Hutahaean mengenai kontroversi spanduk tersebut lewat sejumlah postingannya.

@LawanPoLitikJKW

- Menjadi sgt wajar ketika AHY mempertanyakan Revolusi Mental.
Inilah salah satu bentuk kegagalan Revolusi Mental.

- Jln tol dibangun atas pajak rakyat, semua rakyat bkn cm pendukung @jokowi. Tdk ada yg namanya tol pak Jokowi, ini penyesatan dan fitnah kpd Presiden. Hrs diusut.

 @LawanPoLitikJKW

- Kegagalan Revolusi Mental nyata ditengah kita. AHY tdk.asal mempertanyakan itu.

- Lihatlah komen2 pendukung pemerintah ini yg sgt membanggakan hal kecil seolah bangsa ini msh belantara hingga 2014 silam.

- Mk tak heran bangun tol puluhan KM sj dianggab prestasi selangit.

 @LawanPoLitikJKW

- Tolong dong, pesawat itu jgn dipake, itu dibeli era SBY.

- Istana itu jgn dipake, itu dibangun era Belanda.

- Jagorawi dan Cikampek jgn lewat, itu era Pak Harto.

- Knp sih Dungunya terlalu? Apa ngga ada prestasi yg bs dibanggakan secara nyata? Misalnya pintar dikit gitu?

 @LawanPoLitikJKW

- Mestinya nama Presiden tdk blh sembarang di catut.

@LawanPoLitikJKW

-Siapapun yg bikin spanduk ini, hrs diakui jago dlm urusan memecah belah bangsa.

- Saya sarankan kpd pak @jokowi agar memerintahkan @DivHumas_Polri utk mengusut pembuat spanduk ini krn berpotensi memecah belah.

- Tdk ada tol pak Jokowi, semua dibangun pajak rakyat. Pres di fitnah.

Hingga kini memang belum ada yang menyatakan bertanggung jawab atas spanduk-spanduk tersebut. Juga, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Jasa Marga mengenai spanduk tersebut. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH