logo

Perry Warjiyo Siap Kuatkan Rupiah Lewat Kebijakan Intervensi Ganda

Perry Warjiyo Siap Kuatkan Rupiah Lewat Kebijakan Intervensi Ganda

Foto: Screenshot Youtube
24 Mei 2018 22:07 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru Perry Warjiyo menegaskan, pihaknya akan memprioritaskan kebijakan moneter guna menstabilkan kurs. Ia pun berencana mengombinasikan beberapa kebijakan dalam upayanya menstabilkan kurs mata uang rupiah. 

Perry sendiri tampaknya memiliki strategi khusus untuk menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang bergejolak cukup signifikan dalan beberapa waktu terakhir. 

"Kami akan memprioritaskan kebijakan moneter untuk menstabilkan kurs, di antaranya kebijakan suku bunga dan intervensi ganda," kata Perry usai pelantikannya sebagai Gubernur BI di Gedung Mahkamah Agung RI, Jakarta, Kamis (24/5/2018).

Mantan Deputi Gubernur BI ini mengatakan, pihaknya juga akan menemui atau mendekati perbankan dan dunia usaha guna meyakinkan mereka bahwa bank sentral akan terus mengupayakan agar rupiah dapat stabil. Dengan dukungan dari sektor riil, dia meyakini bahwa nilai tukar akan lebih stabil.

Pertemuan dengan kalangan perbankan dan (dunia) usaha, kata Perry,  untuk meyakinkan bahwa stabilitas nilai tukar rupiah penting dan perlu dukungan. Menurut Perry, tekanan nilai tukar rupiah sebagian karena masalah eksternal, sebagian lagi karena persepsi, 

Perry menegaskan, untuk kebijakan suku bunga, bank sentral telah menaikkan tingkat suku bunga acuan BI 7 days Repo Rate dari 4,25% menjadi 4,5% atau naik sebesar 25 basis poins (bps). Selain itu, BI juga akan melakukan intervensi ganda dengan memasok valuta asing serta membeli Surat Berharga Negara (SBN) dari sekunder. 

Bahkan tahun ini BI, katanya, telah membeli SBN dari asing senilai Rp50 triliun. BI pun akan melakukan koordinasi dengan pemerintah dan OJK sebagai langkah bersama dalam upaya menstabilkan kurs. "Misalnya dalam lelang SBN, buy back, mendorong pertumbuhan maupun stabilitas sistem keuangan," paparnya.

Setelah resmi menjabat Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyatakan siap menjalankan peran Bank Sentral untuk melakukan stabilisasi keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini didorong dengan kebijakannya yang pro stability dan pro growth.

Perry menyatakan, dalam program kerja jangka pendeknya ia bertekad akan memprioritaskan pada stabilisasi nilai tukar rupiah. Apalagi, mata uang Garuda ini terus mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga pernah menyentuh level Rp14.000 per USD.

"Prioritas saya dalam jangka pendek memperkuat bagaimana langkah untuk bisa segera stabilkan nilai tukar Rupiah," ujar Perry di Mahkamah Agung. ***

Editor : Pudja Rukmana