logo

Unggul Elektabilitas, Nurdin Halid Tak Mau Terlena, Lengah Dan Berpangku Tangan

Unggul Elektabilitas, Nurdin Halid Tak Mau Terlena, Lengah Dan Berpangku Tangan

Foto Screenshot Facebook
16 Mei 2018 20:54 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Nurdin Halid menyatakan enggan terlena meski elektabilitasnya disebut unggul berdasarkan hasil survei CSIS. Ia pun mengingatkan kepada seluruh tim pemenangannya agar tak lengah menjelang hari pemilihan nantinya.

"Kita boleh bahagia, senang, juga optimistis mencium aroma kemenangan. Tapi, kita tidak boleh lengah, lalu akhirnya diam berpangku tangan," ujar Nurdin Halid dalam keterangan tertulisnya, baru-baru ini..

Ia mengatakan seluruh elemen NH-Aziz harus terus berjuang dan terus bekerja. Harus tetap solid, bersama-sama mewujudkan Sulsel Baru. Berjuang sampai benar-benar kemenangan  resmi di tangan. "Tentu saja, hasil survei terbaru CSIS ini seperti amunisi baru bagi kita semua," tuturnya.

Seperti dilansir TribunTimur.com, hasil survei lembaga Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menempatkan pasangan calon gubernur-wakil gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) meraih elektabilitas tertinggi dengan persentase 30,6 persen.

Sementara itu, pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman dan Ichsan Yasin Limpo-Andi Muzakkar bersaing ketat masing-masing dengan persentase 21,2 persen dan 20,7 persen. Adapun Agus Arifin Nu'mang-Tanri Bali Lamo meraih persentase elektabilitas sebesar 9,9 persen.

"Periode survei ini Nurdin Halid unggul dibanding tiga kandidat lainnya," kata Peneliti Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS, Arya Fernandes saat merilis hasil surveinya di Morrissey Hotel Residences, Jakarta, Minggu (13/5/2018).

Survei CSIS Indonesia dilakukan 16-30 April 2018. Dari sampel awal, survei ini melibatkan 1.000 orang. Namun berdasar analisis data, hanya menggunakan 898 responden yang tersebar secara proporsional di seluruh kabupaten/kota di Sulsel. Margin of error survei ini mencapai 3,27 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. 

Menurut Arya, survei CSIS bersifat independen dan objektif. “Kami tegaskan CSIS tidak berafiliasi dengan partai dan kandidat mana pun. Kemudian proses kontrolnya juga ketat makanya, periode survei cukup ketat hampir 14 hari,” katanya. ***