logo

BPJS Kesehatan Garap Kepesertaan Mahasiswa Ubaya

BPJS Kesehatan Garap Kepesertaan Mahasiswa Ubaya

16 Mei 2018 18:50 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Utama Surabaya menggandeng Universitas Surabaya (Ubaya) untuk melindungi kesehatan para mahasiswanya. Melalui kerja sama ini, mahasiswa yang belum terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat diakomodasi.

Penandatangan kerjasama kedua belah pihak dalam rangka mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) JKN-KIS itu dilakukan di Ubaya, Rabu (16/5/2018). "Di Jawa Timur, Ubaya merupakan perguruan tinggi swasta pertama yang kita garap," ujar Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Surabaya, M Cucu Zakaria.

Hingga saat ini, kata dia, belum semua mahasiswa terdaftar sebagai peserta JKN. Mereka yang hidup terpisah dengan orang tua itu, akan kesulitan biaya ketika mendadak sakit.

Karena itu, pihaknya berupaya agar seluruh perguruan tinggi di wilayah kerjanya mau mendaftarkan mahasiswa sebagai peserta JKN Kartu Indonesia Sehat. Melalui kerjasama ini, teknis kepesertaan dikoordinasi lewat perguruan tinggi dan selanjutnya ke BPJS Kesehatan.

Sebelumnya, penandatanganan kesepakatan yang sama juga sudah dilakukan BPJS Kesehatan Surabaya dengan Unair, Unesa dan ITS. Selanjutnya dia akan menggarap seluruh perguruan tinggi yang ada.

Khusus di ITS Surabaya, kata dia, dari sekitar 1200 mahasiswa baru yang lolos melalui jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN), mayoritas sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan. "Hanya sekitar 250-an mahasiswa saja yang belum memiliki jaminan sosial kesehatan," ujarnya.

Pada bagian lain, Rektor Universitas Surabaya, Joniarta Parung mengaku banyak diuntungkan dari kerjasama ini. "Kami civitas akademika termasuk para orang tua mahasiswa Ubaya menjadi lebih tenang,  karena ada jaminan pelayanan saat mereka mendadak sakit," ujarnya.

Untuk tahap awal, sebanyak 3.000 mahasiswa baru 2018 nantinya akan diwajibkan ikut program ini. Selanjutnya secara bertahap seluruh mahasiswa Ubaya yang totalnya mencapai 12.000 orang, akan dilibatkan.

Pihaknya berharap seluruh mahasiswanya sehat dan tidak sampai menggunakan fasilitas tersebut. "Paling tidak kami semua merasa tenang karena sudah ada pegangan kartu tersebut," ujarnya.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto