logo

Golkar Nilai Pernyataan Fadli Zon Minta Mega Nyapres, Tak Relevan Dan Kolot

Golkar Nilai Pernyataan Fadli Zon Minta Mega Nyapres, Tak Relevan Dan Kolot

Foto Kolase Istimewa
16 Mei 2018 18:26 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Wasekjen Partai Golkar M Sarmuji menilai komentar Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon meminta Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri nyapres karena menganggap petugas partai Mega tak handal mengelola negara, tak relevan dan hanya ingin menciptakan kontroversi baru.

"Itu Pak Fadli mau memantik kontroversi saja. Masalah keamanan kan tidak bisa hanya diukur dari satu kejadian saja," kata Sarmuji kepada wartawan, Rabu (16/5/2018).

Sebelumnya, Fadli Zon menyarankan Megawati maju sebagai calon presiden 2019. Alasannya, petugas partai PDIP saat ini dinilai tak mampu memimpin. "Ada baiknya Bu Mega jadi Capres 2019. Petugas partainya kurang mampu memimpin. Ekonomi berantakan, keamanan kacau. Sekadar saran saja," kata Fadli lewat cuitan di akun Twitter-nya, @fadlizon, Selasa (15/5/2018). 

Memang, salah satu alasan Fadli meminta Mega maju Pilpres 2019 karena menganggap pemerintahan sekarang yang didukung PDIP tak nampu menangani kemanan dan membiarkannya kacau menyusul serentetan aksi teror bom, belakangan ini.

Tak disebutkan siapa petugas partai yang dimaksud Fadli Zon dalam cuitan itu. Yang jelas. PDIP sebelumnya telah mendeklarasikan kembali mengusung Joko Widodo sebagai capres 2019. Pengumuman Jokowi sebagai capres ini dilakukan dalam pembukaan Rakernas III PDIP di Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (23/2/2018). 

Jadi, maksud Fadli, ia sengaja mengusulkan penarikan pencapresan Jokowi di Pilpres 2019 dengan menggantinya dengan Megawati?!

Sementara itu Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily justru merasa kasihan dengan Fadli Zon yang dinilainya masih memiliki pandangan politik kolot. "Kasihan Pak Fadli Zon ini, kok minta Ibu Mega nyapres lagi. Pandangan politiknya masih zaman old," ujarnya.

Menurut Ace, lebih baik semua elite bangsa  bekerja keras melawan terorisme daripada menyalahkan pemerintahan ini. "Terorisme itu musuh kita bersama,"  katanya menegaskan.

Sarmuji lebib jauh mengatakan. kondisi keamanan negara saat ini, usai serangkaian teror bom, merupakan masalah semua elemen bangsa. Oleh sebab itu, ia pun mengajak semua pihak bahu-membahu untuk menyelesaikan masalah terorisne yang sudah menjadi musuh bersama. 

Masalah teror, kata Sarmuji, adalah masalah semua bangsa. Jangankan di Indonesia, di negara yang jauh lebih canggih dan maju seperti Inggris dan Perancis juga menghadapi problem menghadapi terorisme.

Ia sangat menyesalkan kalau ada pihak-pihak tertentu, khususnya elite oposisi yang memanfaatkan setiap kesusahan untuk menjadi isu politik. Ia pun mengajak semua pihak untuk bergandeng tangan mencari jalan keluar terbaik menghadapi setiap problem bangsa. 

"Jikapun tidak mau bergandeng tangan, ada baiknya oposisi menghadirkan konsepsi banding agar bisa dinilai oleh rakyat, ide (yang) dimiliki oleh oposisi," ucap Sarmuji. ***

Sumber: Detik.com

Editor : Pudja Rukmana