logo

Membangun Keluarga Sejahtera Di Desa Menyongsong Indonesia Emas 2045

Membangun Keluarga Sejahtera Di Desa Menyongsong Indonesia Emas 2045

Prof Dr Haaryom Suyono (berdiri) (fpto
16 Mei 2018 11:33 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pembangunan keluarga sejahtera sangat diperlukan guna menyongsong Indonesia emas pada tahun 2045 mendatang. Bahkan, Indonesia perlu siap menghadapi tantangan untuk menjadi negara nomor empat di dunia pada tahun 2030 dengan sigap.

Demikian dikemukakan Rektor UIN Syarif Hidayatulah Prof Dr Dede Rosyada MA, dalam pidatonya, di hadapan sedikitnya 500 mahasiswa, dalam upaya membangun keluarga sejahtera di banyak desa di Indonesia.

Dikatakannya, kalau penduduk dan keluarga tidak disiapkan dengan baik. Hampir pasti Indonesia akan gagal menjadi negara nomor empat di dunia tersebut. Pidato tersebut menjadi perhatian dan mengantar arahan yang diberikan oleh Prof Dr Haryono Suyono.

Mantan Menko Kesra dan Taskin tersebut secara panjang lebar menguraikan tantangan yang masih dihadapi Indonesia menjelang tahun 2045. Khususnya, bersiap menjelang harapan dunia, untuk menjadi negara nomor empat dengan urutan Cina, Amerika Serikat, India dan Indonesia.

"Tantangan itu tidak bisa ditunggu tetapi masalah-maalah berat yang kita hadapi dewasa ini perlu segera diselesaikan dengan sebaik-baiknya dan tuntas," tuturnya.

Pidato kunci Haryono yang padat itu menjelaskan, latar belakang kemiskinan yang masih tinggi di Indonesia, keadaan anak-anak yang masih banyak kurang gizi atau stunting, kematian ibu yang masih tinggi, serta tingkat pendidikan yang rendah. Itu semua mempengaruhi mutu dan kecepatan pembangunan, sehingga masalah itu perlu segera dibebaskan melalui kerja sama seluruh anak bangsa, dengan pembangunan yang kecepatan dan cakupannya tinggi.

Pemerintah telah berusaha dengan menggulirkan dana desa yang melimpah dikelola oleh Kementerian Desa PDTT, yang dipimpin Menteri Eko Putro Sandjojo. Jumlah dana desa tahun ini mencapai Rp. 120 trilliun dengan prioritas pengembangan Prukades, BUMDes, Embung Desa dan Sarana Olah Raga Desa.

Didukung perbaikan sarana ekonomi dan sosial, ditambah dana khusus untuk kegiatan Padat Karya Tunai guna membantu keluarga miskin menurunkan status stunting bagi anak-anak balita. Oleh karena itu, para mahasiswa dihimbau segera menyelesaikan studinya dengan baik, agar segera mengabdikan diri untuk pembangunan di desa.

Para mahasiswa lulusan UIN yang tahun ini jumlah pendaftarnya melebihi 107.000 dan hanya sekitar 6.000 saja yang diterima termasuk mahasiswa dengan calon lulusan terbaik, perlu segera selesai dan membantu desa membangun. Pembangunan desa sebagai lahan untuk bekerja di masa depan.

Agar kecepatan pembangunan dapat dipacu sekaligus masyarakat, terutama yang beragama Islam, bisa memperoleh pendamping lulusan UIN yang memahami agama Islam dengan baik. Sehingga, bisa memberi motivasi persatuan, kesatuan dan semangat yang kokoh kepada masyarakat, untuk membangun dengan dinamika yang tinggi.

Editor : Laksito Adi Darmono