logo

Gelar Latgab Militer, Kim Ancam Batalkan Pertemuan Dengan Trump

Gelar Latgab Militer, Kim Ancam Batalkan Pertemuan Dengan Trump

16 Mei 2018 10:39 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - PYONGYANG: Pemerintah Korea Utara mengancam akan membatalkan pertemuan tingkat tinggi antara Kim Jong Un dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, 12 Juni 2018 di Singapura.

Korut juga membatalkan pembicaraan tingkat tinggi pekan ini dengan Korea Selatan. Latihan militer gabungan antara Korsel dengan Amerika Serikat disebut menjadi pemicunya.

"Ada batasan dalam menunjukkan niat baik dan menawarkan peluang, bukan dengan provokasi" ujar kantor berita resmi Korut KCNA, seperti diwartakan AFP, Rabu (16/5/2018).

Korut menyebut, latihan antara dua pasukan udara sekutu merupakan latihan untuk invasi dan menjadi provokasi militer yang disengaja.

"AS harus berpikir dua kali tentang nasib pertemuan puncak Korut-AS," kata KCNA.

Di pihak lain, Pemerintah AS menyatakan bakal terus merencanakan pertemuan di Singapura pada 12 Juni mendatang.

"AS akan melihat apa yang Korut telah katakan secara independen, dan terus berkoordinasi erat dengan sekutu kami," kata sekretaris pers Gedung Putih Sarah Sanders dalam sebuah pernyataan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Heather Nauert membenarkan adanya latihan militer gabungan AS-Korsel pada Selasa (15/5/2018). "Kami belum mendengar apapun dari pemerintah bersangkutan atau pemerintah Korsel yang mengindikasikan kami agar tidak terus melakukan latihan ini," ucapnya, seperti dilansir dari CNN.

"Kami perlu memverifikasinya untuk mendapatkan informasi tambahan tentang itu, tetapi kami akan terus merencanakan pertemuan kami bulan depan," ujarnya.

Yonhap melaporkan, latihan militer gabungan kedua negara diklaim sebagai bagian dari program pelatihan rutin tahunan. Latihan selama 2 pekan yang dimulai Jumat lalu ini melibatkan 100 pesawat tempur, termasuk 8 pesawat tempur F-22 dan sejumlah pesawat bomber B-52, serta jet F-15K. ***