logo

Ketum KPPG: Jumlah Perempuan Parlemen Kita Targetkan Bertambah

Ketum KPPG: Jumlah Perempuan Parlemen Kita Targetkan Bertambah

Ketum PP KPPG Ir Hetifah Sjaifudian
23 April 2018 00:17 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Partai Golkar memiliki 10 organisasi kemasyarakatan (ormas) pendukung utamanya. Trikarya sebagai ormas pendiri partai, 5 ormas yang didirikan partai sehingga dinamakan sebagai Hasta Karya dan 2 organisasi sayap, yang salah satunya adalah Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG).

Saat kepemimpinan Airlangga Hartarto sebagai nahkoda baru Beringin, Dr Ir Hetifah Sjaifudian, didapuk menjadi Ketua Umum PP KPPG.

Hetifah menyatakan siap mengemban jabatan ini dan telah mempunyai program jangka pendek dan menengah.

Kepemimpinannya di sayap partai yang hampir sama dengan periode kepemimpinan DPP Partai Golkar yang kurang lebih 1,5 tahun harus benar-benar dia pelihara secara efektif, efisien namun tetap produktif, berhasil guna dan berdaya guna, utamanya meningkatkan elektoral Partai Golkar dari suara perempuan.

Hetifah yang saat ini dipercaya sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR-RI menargetkan harus ada penambahan jumlah perempuan sebagai anggota DPR-RI dari Golkar.

Menjawab pertanyaan suarakarya.id, legislator Senayan Dapil Kaltim Kaltara ini dengan tegas dan lugas memerinci visi besarnya menjadikan KPPG sebagai salah satu pilar utama kebangkitan dan kemenangan Golkar pada Pemilu 2019 mendatang, di Jakarta, Sabtu (21/4/2018), tepat di Hari Kartini. Petikannya:

Bagaimana visi yang Anda canangkan saat dipercaya menjadi Ketum KPPG? 

Visi kami mendukung pemenangan Partai Golkar dengan memaksimalkan potensi kader dan ormas perempuan di politik praktis. Saya melihat gerakan politik perempuan Indonesia telah mencapai beberapa kemajuan penting, seperti makin banyaknya perempuan yang terpilih menduduki kursi di parlemen maupun jabatan publik lainnya. KPPG terus memberikan kesempatan kepada perempuan Indonesia berjuang melalui saluran parpol, Golkar, dalam rangka ikut melaksanakan serta mengawal tujuan berbangsa dan bernegara.

Dari pandangan Anda, apakah hal itu sudah memperlihatkan satu keberhasilan?

Saya kira masih jauh dari harapan dan perlu lebih keras lagi untuk bekerja meningkatkan partisipasi perempuan dalam politik. Perjuangan ini belum selesai. Misalnya saja, perempuan Indonesia masih belum berhasil memegang porsi cukup besar dalam keterwakilan di parlemen.

Tidak terbantahkan krusialnya peranan perempuan dalam verifikasi faktual partai politik yang lalu.

Ke depannya, kami berkomitmen untuk mendorong peranan perempuan yang lebih bermakna. Pemilu 2019, menjadi arena pembuktian caleg, parpol dan capres serta cawapres mana yang diinginkan rakyat.

Bagaimana KPPG bisa membuktikan bahwa perempuan, khususnya dari Partai Golkar memperoleh dukungan signifikan dari pemilih?

Kami sudah menyusun program kerja. KPPG akan melaksanakan empat program unggulan secara maksimal untuk berkontribusi pada pemenangan Partai Golkar.

Program tersebut meliputi penguatan pribadi, guna menciptakan kader perempuan yang kompeten, berintegritas dan mampu memperjuangkan nilai-nilai kesetaraan dan keadilan. Kedua, penguatan peranan perempuan dalam partai, dimulai dari peningkatan representasi dalam struktur partai serta mendorong pembentukan kultur dan kebijakan internal partai yang membuka kesempatan terhadap kepemimpinan perempuan. Program ketiga adalah penguatan konstituen (pemilih perempuan-red) agar menjadi pemilih yang cerdas serta memahami hak-hak politiknya. Sementara program keempat adalah penguatan kebijakan, melalui analisa dan perumusan isu-isu kebijakan serta mendorong sikap Partai Golkar agar memiliki keberpihakan kepada perempuan dan sensitif gender.

Melihat program unggulan tersebut, semestinya ada peningkatan jumlah kader perempuan Partai Golkar di DPR-RI. Berapa target dalam Pemilu Legislatif tahun 2019?

Ke depan, kami menargetkan kader perempuan Partai Golkar di DPR-RI sebanyak 25 orang. Saat ini, jumlahnya baru 18 orang. Sehingga dengan jumlah tersebut, diharapkan para Srikandi Golkar di parlemen bisa mewarnai dan mempengaruhi setiap keputusan di legislatif.

Apakah hanya mempersiapkan kader perempuan untuk ke legislatif?

Tentu saja tidak harus ke arah sana. KPPG juga memberi perhatian kepada kader perempuan yang hendak menjadi calon di pemilihan kepala daerah. Selain memberi masukan kepada calon perempuan legislatif, juga memberi pendidikan politik bagi pemilih perempuan milenial, sebagai salah satu kelompok calon pemilih cukup signifikan Pemilu 2019. Yakni sebanyak 30 persen populasi kelompok usia masyarakat Indonesia pada 2019.

Adanya calon perempuan di Pilkada akan dikomunikasikan kepada para pemlih. Dan sesuai visi KPPG, dalam implementasinya KPPG telah membentuk dua lembaga, yaitu Lembaga Pendampingan Pemenangan Pemilu bagi kader perempuan dan Lembaga Pelayanan Advokasi Hak-Hak Perempuan. Kedua lembaga ini akan berfungsi sebagai sarana bagi siapa saja yang ingin berkonsultasi, mendapatkan bantuan dan fasilitasi menyangkut informasi, atau menghadapi masalah terkait pemilu dan hak-hak perempuan.

Sorotan publik terhadap DPR-RI saat ini terkait persoalan korupsi. Sementara Anda menargetkan penambahan jumlah perempuan kader Partai Golkar duduk di Senayan. Bagaimana pendapat Anda?

Dalam Undang-Undang Pemilu yang baru sudah mengatur dengan ketat agar peluang korupsi terus ditekan. Kecurangan seperti politik uang atau money politics bisa menganulir pencalonan seseorang baik calon legislatif maupun calon kepala daerah. Bahkan sekarang diwacanakan mantan terpidana korupsi tidak dimungkinkan menjadi caleg. Selain itu penggunaan dana kampanye juga diatur dengan ketat sehingga tidak memungkinkan lagi setiap calon berkampanye jor-joran karena harus dilaporkan perolehan dananya dan penggunaannya serta transparansi maupun akuntabilitasnya.

KPPG pun memberi pendidikan politik kepada pemilih dengan tujuan mendorong munculnya pemilih cerdas, anti politik uang. Jadi, program penguatan konstituen dan pemilih perempuan ini ditujukan agar bisa menjadi pemilih cerdas dan menjadi motor untuk mendorong gerakan anti politik uang.

Anda telah dipercaya menjadi orang nomor wahid dan paling termuda sepanjang Ketum KPPG. Bagaimana Anda memaknai jabatan ini ?

Saya berterima kasih telah diberi kepercayaan untuk mengemban jabatan sebagai Ketua Umum KPPG. Selain itu, di DPR-RI saya juga ditugasi menjadi Wakil Ketua Komisi X dari Fraksi Partai Golkar. Saya berupaya mengemban kepercayaan dan amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Sebagai kader perempuan saya harus mampu menjalankannya sebaik-baiknya dan harus memperlihatkan kinerja.

Dengan demikian saya berharap kader perempuan lainnya termotivasi untuk tampil di panggung politik karena memang mampu dan kompeten. Jadi bukan karena titipan atau subjektivitas tapi atas dasar kemampuan, kredibilitas serta profesionalisme yang ada pada dirinya sendiri ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH