logo

Lawan Amien, Luhut Bisa Babak Belur

Lawan Amien, Luhut Bisa Babak Belur

Wakil Ketua DPW PAN Sugiyanto
22 Maret 2018 07:18 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Wakil Ketua DPW PAN DKI Jakarta Sugiyanto, mendesak Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (LBP) minta maaf kepada pendiri partainya, Amien Rais, karena telah mengancam akan mencari "dosa-dosa" politisi senior itu.

"Luhut bukan lawan Pak Amien, karena Pak Amien telah mencapai tingkatan politik tingkat tinggi, sudah banyak pengalaman di dunia politik," katanya kepada wartawan.

Ia mengingatkan bahwa Amien Rais adalah Bapak Reformasi yang membebaskan Indonesia dari cengkeraman Orde Baru selama 32 tahun, Amien juga mantan ketua MPR dan mantan Ketua Umum DPP Muhammadiyah.

"Kalau Luhut, pensiunan jenderal TNI itu prestasinya belum dapat menandingi Pak Amien, meski sekarang dia menjabat sebagai Menko Kemaritiman," ucapnya lagi.

Politisi yang akrab disapa SGY ini menilai, pertikaian Luhut dengan Amien dipicu persoalan yang enteng-enteng saja, dan kritik Amien terhadap kebijakan Presiden Jokowi membagi -bagikan sertifikat tanah kepada masyarakat, yang menjadi pemicu persoalan itu, masih dalam konteks yang wajar.

Karena itu sebaiknya Luhut meminta maaf kepada Amien. Kalau dia nekat "bertarung" dengan Amien, dia akan "babak belur" .

Dalam forum diskusi di Bandung, Jawa Barat, Amien mengkritik Presiden Jokowi yang menggalakan program pembagian sertifikat tanah.

Menurutnya pembagian sertifikat tersebut hanya pembohongan, karena ada sekitar 74 persen lahan tanah di Indonesia justru dikuasai kelompok tertentu.

Kritik ini membuat Luhut marah besar karena ia tak suka pemerintahannya terus dikritik.

Dengan nada tinggi dan berapi-api, Luhut balik menuding kritik Amien itu sebagai kritik asal bunyi alias asbun.

"Jangan asal kritik saja. Saya tahu track record-mu kok. Kalau kau merasa paling bersih, kau boleh ngomong. Dosamu banyak juga kok, ya sudah diam sajalah. Tapi jangan main-main, kalau main-main kita bisa cari dosamu kok. Emang kau siapa?" ancam Luhut saat berpidato di gedung BPK, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (19/3/2018).

Ancaman ini menimbulkan reaksi dari berbagai kalangan, termasuk dari internal PAN sendiri.

"Pak Luhut itu Menko Maritim, bukan menteri pencari dosa," sindir Waketum Gerindra Ferry Juliantono, Selasa (20/3/2018).

Ferry menambahkan, kritik Amien terkait program Jokowi bagi-bagi sertifikat tanah bukan kebohongan. "Pak Luhut gagal paham soal sertifikasi tanah. Masalah pertanahan di Indonesia sudah sangat parah, ditandai dengan koefisien gini ratio penguasaan tanah yang sudah 0,80, yang artinya 1% penduduk Indonesia menguasai hampir 80 persen tanah di negeri ini," ucapnya.

Ia menilai, pemerintah Jokowi harus mengatur persoalan tersebut, bukan hanya bagi-bagi sertifikat, tapi juga melakukan sinkronisasi antara hukum tanah adat dan hukum pertanahan nasional.

"Jadi, bagi-bagi sertifikat itu sih kerjaan Djrjen. Nah kalau presidennya malah tidak mengerjakan masalah besar pertanahannya ya itu sih memang ada unsur pengelabuan, seperti yang dimaksud Pak Amien," tuturnya. Ketua Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, bahkan menilai tindakkan Luhut mengancam tokoh senior seperti Amien Rais sebagai tindakan yang tidak elok.

“Saya melihat Pak Luhut gagap menerima kritikan. Saya kira jawab saja kritikan-kritikan tersebut dengan kerja, Karena itu memang tanggungjawab eksekutif,” kata Dahnil, Selasa (20/3/2018).

Ia berharap Luhut tidak memahami cara kritik dan pernyataan tokoh sekelas Amien Rais secara emosional, karena pendiri PAN itu memang sejak era Orde Baru konsisten mengkritik penguasa dengan gaya khasnya yang eplas-ceplos.

Jadi, menurut dia, sangat berlebihan bila kritik-kritik Amien dimaknai sebagai kebencian kepada pemerintah. "Tapi untuk melihat apakah benar kritik Pak Amien kepada pemerintah hanya asal-asalan dan tanpa fakta, bila perlu tantang saja Pak Amien untuk berdialog dengan terbuka," katanya.

Editor : Yon Parjiyono