logo

USAID Bekerja Sama Dengan Pemda Kota Jayapura Peringati Hari Air Sedunia

USAID Bekerja Sama Dengan Pemda Kota Jayapura Peringati Hari Air Sedunia

Warga Peduli Air Di Jayapura
21 Maret 2018 21:13 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - JAYAPURA: Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) melalui program Lestari bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jayapura, Rabu (21/3/2018), memperingati Hari Air Sedunia 2018, dengan menggelar sejumlah kegiatan positif.

Kegiatan Hari Air Sedunia yang diselenggarakan pada 20-21 Maret itu berupa pagelaran seni dan dialog interaktif guna mengajak masyarakat dan pemerintah berkolaborasi menjaga Cycloop dan Danau Sentani untuk mengatasi krisis air.

Kegiatan itu mengusung tema "Solusi Air Berbasis Alam" ini berlangsung pada 20-21 Maret di Gedung LPTQ, Jayapura.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Timbul Batubara mengatakan Festival Cycloop yang diselenggarakan itu merupakan bagian dari peringatan Hari Air Sedunia.

"Dengan duduk bersama, maka bisa mencari solusi bersama bagaimana mengelola dan melestarikan Cagar Alam Cycloop agar terus dapat memberikan manfaat untuk masyarakat di Jayapura," katanya.

Senada dengan Timbul Batubara, Wakil Direktur Kantor Lingkungan USAID Indonesia Jason Seuc mengatakan melalui peringatan Hari Air Sedunia ini, Pemerintah Amerika Serikat melalui USAID mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk mengatasi krisis air melalui pelestarian Kawasan Cycloop.

"Kami berharap acara hari ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat, mendorong kerja sama berbagai pihak terkait, dan mengkaji aksi konkret yang dapat dilakukan bersama," ujarnya.

Sekadar diketahui, kegiatan ini menjadi momentum bagi berbagai pihak untuk mengambil langkah konkret guna mengatasi berbagai permasalahan yang mengancam Cycloop dan Danau Sentani, sumber air bagi warga Kota dan Kabupaten Jayapura.

Berbagai lembaga konservasi dan komunitas lokal berpartisipasi untuk memastikan kesuksesan acara ini seperti WWF, Indonesia Nature Film Society, Mongabay Indonesia, Club Pecinta Alam Hiroshi, Earth Hour Jayapura, Himpunan Mahasiswa Jurusan Biologi Universitas Cenderawasih, Institut Seni Budaya Tanah Papua, Sanggar Honai dan BBKSDA Papua. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto