logo

Polda Jatim Ungkap Kasus Pembunuhan Bermotif Penggandaan Uang

 Polda Jatim Ungkap Kasus Pembunuhan Bermotif Penggandaan Uang

Foto : Istimewa
14 Maret 2018 19:00 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Ditreskrimum Polda Jatim mengungkap kasus pembunuhan yang menewaskan warga Pamolokan Sumenep di komplek pemakaman umum Dusun Kalijen, Desa Dempo Timur, Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan. Korban Sahab (59) ternyata merupakan seorang klien tersangka NH (56) dalam praktek penggandaan uang.

Menurut Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Bobby Tambunan, ada empat tersangka dalam kasus ini. "Mereka masing-masing NH selaku otak pembunuhan, A (41) selaku eksekutor, E (31) menyiapkan sarana prasarana pembunuhan, dan tersangka RH (38) yang mengumpulkan hasil kejahatan," ujarnya, Rabu (14/3/2018).

Berdasarkan keterangan tersangka, pembunuhan itu bermula dari perjanjian antara korban dan NH terkait penggandakan uang. Korban tertarik janji tersangka yang mampu melipatgandakan uang Rp200 juta menjadi Rp2 miliar.

Selanjutnya korban menyetor uang seperti yang diminta NH, secara bertahap yang totalnya mencapai Rp152,5 juta. Uang itu masing-masing diberikan Rp15 juta pada Februari 2016, Rp50 juta pada 17 Desember 2017, Rp50 juta awal Januari 2018, Rp25 juta pertengahan Januari 2018 dan terakhir Rp 12,5 juta pada 20 Januari 2018.

Tapi ternyata, hingga batas waktu yang ditentukan, tersangka tidak mampu menepati janji. Korban akhirnya berulangkali menagih janji dan meminta uangnya kembali kepada tersangka.

Pelaku yang mulai kesal itu akhirnya merencanakan pembunuhan. Semula dia hendak menyantet korban agar jejaknya tidak terlacak orang lain.

Tapi rencana itu batal hingga akhirnya meminta bantuan empat kawannya tersebut. Sebelum melakukan eksekusi, tersangka A yang berperan sebagai eksekutor dipertemukan dulu dengan korban S sehari sebelumnya, agar targetnya tepat sasaran.

Korban akhirnya dieksekusi pelaku pada Rabu (24/1/2018) pukul 09.00 WIB di pemakaman umum Desa Dempo Timur Kecamatan Pasean Pamekasan. Korban dipukul pelaku A di bagian kepala menggunakan besi berbentu “L” hingga tewas.

Oleh NH, kawanan yang diketuai A ini dijanjikan imbalan Rp18 juta setelah berhasil menghabisi nyawa korban. Dari jumlah tersebut, Rp 11,5 juta sudah diberikan sebagai uang muka dan Rp6,5 juta sisanya diberikan setelah tugas selesai. Tapi ternyata sisa uang itu tak kunjung diberikan hingga sekarang.

Oleh polisi, tersangka N dan A akan dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman seumur hidup atau 20 tahun. Sedangkan tersangka E dijerat pasal 55 KUHP, karena turut membantu menyiapkan aksi pembunuhan tersebut, dan pelaku R dijerat pasal 480 KUHP tentang persengkokolan pembunuhan tersebut.***

Editor : Silli Melanovi