logo

Posdaya Berbasis Masjid Membangun Rumah Rakyat Dengan Gotong Royong

Posdaya Berbasis Masjid Membangun Rumah Rakyat Dengan Gotong Royong

Prof Dr Haryono Suyono (kiri) (fotp, ist)
13 Maret 2018 23:41 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Posdaya berbasis Masjid memiliki cara unik untuk membantu keluarga miskin, mengubah hidupnya, memiliki pekerjaan, rumah layak huni, serta menyekolahkan anak-anaknya.

Demikian dikemukakan pakar pemberdayaan keluarga Prof Dr Haryono Suyono, ketika berkunjung ke tempat KH Abdullah Sam di Pondok Pesantren Rakyat Al-Amin di Sumberpucung Kabupaten Malang, Minggu (11/3/2018)

Diungkapkannya, biasanya pemerintah atau lembaga sosial memberikan rumah untuk keluarga miskin, dengan model bedah rumah yang segala keperluannya dibayar lunas oleh pemerintah. Keluarga miskin melihat pembangunan rumahnya seperti mendapat hadiah dari langit. Tiba-tiba saja memperoleh rumah dengan menonton pembangunan, yang dilaksanakan oleh pemerintah atau lembaga sosial yang bersangkutan.

Ada juga yang lebih maju, lembaga sosial memberikan modal seperlunya dan masyarakat sekitarnya membantu secara gorong royong pembangunan rumah untuk keluarga miskin tersebut. Cara kedua ini lebih baik karena keluarga miskin ikut bekerja, membangun rumah yang akan menjadi tempat tinggalnya. "Ada kebanggaan tersendiri," ujarnya.

Kegiatan yang dilakukan oleh KH Abdullah Sam bersama Posdayanya tergolong unik, karena beliau mengajak dan memberikan terlebih dulu kegiatan pemberdayaan kepada warga kampung dengan berbagai ketrampilan. Kyai yang satu ini unik karena melalui upaya yang sangat sabar mengubah “Kampung Sarang Burung”, yaitu kampung yang biasa memberi pelayanan untuk laki-laki hidung belang, secara tahap demi tahap diubahnya menjadi Kampung Santri.

Orang-orangnya rajin beribadah di Mushola sederhana. Anak-anak dan para ibu diajak mengaji dan melakukan kegiatan keagamaan secara teratur dan bersama Ibu Dr Hj Mufidah MAg, Srikandi Posdaya dari UIN Maliki Malang, mereka diajari berbagai ketrampilan yang menarik. Lama-lama Mushola sederana itu diperlakukan seperti Masjid dan Posdayanya diberi judul Posdaya berbasis Masjid.

Kini suatu Masjid dengan ukuran yang lumayan sedang di bangun di Kampung yang berubah itu. Dalam Posdaya ini para ibu yang telah belajar ketrampilan memiliki kesibukan membuat produk laku jual.

Dewan Masjid Indonesia di Malang ikut serta membantu KH Abdullah Sam menjadi pembimbing untuk kegiatan Posdayanya. Anak-anak muda diajari membuat jamur, kegiatan pertanian dan penanaman tanaman lain laku jual. Kegiatan pembuatan jamur ini laku keras dan membuat mereka sangat pandai dan rajin membuat jamur dan memelihara tanaman lain laku jual.

Sebagian lainnya diajak membuat warung dan berjualan keperluan rakyat banyak. Sebagian lain lagi belajar membuat kegiatan yang bisa laku jual. Sehingga, kegiatan kampung sarang burung berubah dan akhirnya menjadi kampung yang produktif.

Untuk promosi Pak Kyai menerima tamu belajar, sehingga kampung itu ramai sekali dikunjungi tamu belajar Posdaya berbaisis Masjid. Guna menolong keluarga yang tidak mempunyai rumah layak huni. Akhirnya pak Kyai membeli sebidang tanah yang luas dan kemudian di petak-petak cukup untuk membangun rumah.

Setiap keluarga yang tidak memiliki rumah ditawari tanah yang sudah dipetak untuk dibeli dengan harga bervariasi. Yang lumayan kaya diminta membeli dengan harga agak tinggi, sedangkan atas persetujuan warga, keluarga miskin diberikan secara gratis. Tapi perlu ikut bekerja bakti bersama keluarga lain membangun rumah secara bergiliran dati satu ke rumah lainnya.

Akhirnya beberapa keluarga, miskipun miskin memiliki rumah sehingga desanya main teratur karena setiap keluarga memiliki rumah layak huni lengkap dengan kakus yang sehat dan lingkungan yang nyaman karena dihias pepohonan dan kebun bergizi sesuai anjuran Posdaya.

Editor : Gungde Ariwangsa SH