logo

Penyidik Polda Gali Dasar Hukum Penutupan Jalan Jatibaru

13 Maret 2018 16:56 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKRTA: Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus penutupan Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Pada pemeriksaan itu, polisi menggali keterangan terkait dasar aturan penutupan jalan untuk digunakan pedagang kaki lima (PKL) berjualan.

"Kita sudah mengagendakan dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi kemarin. Intinya, garis besarnya, penutupan itu perintah siapa, kemudian aturannya apa, dasarnya apa melakukan penutupan itu," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, di Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Setelah melakukan pemeriksaan saksi, polisi belum menyimpulkan apakah ada dugaan tindak pidana atau tidak. Kemudian, dalam waktu dekat penyidik belum mengagendakan kembali pemeriksaan terhadap saksi.

"Penyidik belum ada agenda lagi, kita tunggu saja nanti. Belum (disimpulkan ada dugaan tindak pidana atau tidak). Masih didalami," katanya.

Sebelumnya, penyidik memeriksa Kepala Sub Bagian Peraturan Perundang-undangan Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup Biro Hukum Pemerintah Provinsi DKI Okie Wibowo sebagai saksi, terkait kasus penutupan Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (12/3/2018).

Penyidik memberikan 27 pertanyan kepada yang bersangkutan. Salah satunya terkait aturan dasar penutupan Jalan Jatibaru. Kepada penyidik, Okie menuturkan, aturan yang dibuat adalah Instruksi Gubernur No 17 Tahun 2018.

Penyidik juga telah memeriksa Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Sigit Wijatmoko dan Kepala Seksi Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Ferdinand Ginting, terkait kasus penutupan Jalan Jatibaru, Jumat (9/3/2018).

Polisi memberikan pertanyaan seputar rapat, fungsi jalan dan aturan penutupan Jalan Jatibaru. Polisi pun sudah memeriksa Sekretaris Jenderal Cyber Indonesia Jack Boyd Lapian sebagai pelapor guna mendalami apa tujuan yang bersangkutan melaporkan kasus itu, termasuk apakah sudah melakukan survei terlebih dahulu.

Selain Jack, polisi juga sudah memeriksa saksi Muannas Alaidid dan Aulia Fahmi, terkait kasus itu. Jika penutupan jalan mengarah kepada dugaan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dengan ancaman pidana 18 bulan atau denda Rp 1,5 miliar.

Editor : Yon Parjiyono