logo

Jateng Mulai Susun Perda Desa Wisata

Jateng Mulai Susun Perda Desa Wisata

Salah satu desa wisata di Semarang. (Foto Istimewa)
13 Maret 2018 12:47 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - SEMARANG: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, mulai menyusun Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengembangan Desa Wisata demi memaksimalkan potensi perekonomian masyarakat desa. Dengan adanya perda terkait desa wisata, diharapkan mampu menjadi payung hukum serta bisa lebih mengembangkan potensi dan nilai ekonomi desa.

"Wisata di Jateng saat ini masih kalah dibanding Jatim dan Jabar. Kedua provinsi tetangga itu sudah mampu menghasilkan pendapatan dari sektor wisata untuk pembangunan desa yang lebih maju. Atas dasar itu. kami terpacu untuk menyusun Perda inisiatif ini," kata Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng, Yudhi Sancoyo, di Semarang, Senin (12/3/2018).

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, dengan adanya Perda desa wisata kelak diyakini akan bisa memberikan kejelasan bagi desa dimana kebanyakan tanahnya adalah milik Perhutani.

"Apabila inisiatif desa wisata itu muncul dari anak-anak desa sendiri, nanti yang muncul adalah pengelola desa. Sehingga, harus diatur dengan Perda yang melindungi. Dan berkoordinasi dengan Perhutani karena sebagian besar tanah desa wisata itu punya Perhutani," tambahnya.

Dikemukakan Yudhi, untuk desa wisata investor tidak diperbolehkan masuk ke dalamnya. Hal tersebut tidak sejalan dengan pola di masyarakat desa. Padahal yang namanya desa wisata, tidak ada yang membiayai. Mereka tumbuh dari bawah dan berkembang, menghasilkan peningkatan luar biasa bagi desa itu sendiri.

Jateng saat ini telah memiliki 60 desa wisata unggulan yang tersebar di 35 kabupaten/kota. Namun, masih ada puluhan desa wisata lain yang belum tergarap maksimal, terutama mengenai infrastruktur dan akses menuju lokasi tersebut. Oleh sebab itu Pemprov perlu terus mengupayakan pembenahan beberapa infrastruktur penunjang seperti memperbaiki jalan, supaya akses semakin mudah dan lancar. ***

Editor : Pudja Rukmana