logo

Rakyat Desa Bersatu Membangun Industri

Rakyat Desa Bersatu Membangun Industri

10 Maret 2018 16:14 WIB

SuaraKarya.id - Oleh: Haryono Suyono

Di hadapan Pertemuan Kadin di Jakarta tanggal 8 Maret 2018 ditanda tangani 335 MoU antara Menteri Desa PDTT mewakili pemerintah pusat bersama 147 Bupati/Walikota dari seluruh Indonesia dan 96 perusahaan swasta guna membangun Prukades di seluruh desa di Indonesia. Peristiwa itu mencatatkan Rekor MURI yang diserahkan oleh wakil Djaya Suprana, Pimpinan Museum Rekor Indonesia kepada Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sandjojo didampingi oleh Sekjen Anwar Sanusi, Ketua Dewan Pakar Haryono Suyono, para Dirjen dan anggota Dewan Pakar KemenDes PDTT, Ivanovick Agusta, Jimmy Gani dan para Bupati serta staf yang datang dari seluruh Indonesia.

Peristiwa ini disambut dengan senang hati dan merupakan suatu rekor dalam sejarah Indonesia yang memberi semangat kepada para kerabat Kementerian serta Bupati di seluruh Indonesia untuk bekerja keras agar MoU itu segera dapat diwujudkan dalam praktek. Dalam kerja sama segi tiga tersebut pemerintah pusat dan para Bupati/Walikota akan memfasilitasi penyediaan lahan dan fasilitas,  kemudahan lain bersama petani dan peternak di desa guna penanaman produk unggulan atau pengembangan ternak di tingkat pedesaan, dalam garapan skala besar bersama pihak swasta.

Sementara itu,  dalam hal-hal tertentu pihak swasta akan menyediakan bibit unggul, memberi pelajaran tentang cara pengolahan lahan yang optimal, cara tanam dan panen yang baik.  Sehingga,  memberi hasil yang maksimal. Bisa juga mitra swasta menyediakan tenaga ahli untuk mendampingi petani sampai petani mitranya benar-benar mampu menerapkan  sistem tanam atau pemeliharaan ternak secara modern,  dengan masukan ilmu dan teknologi mutakhir. Sesuai kesepakatan dengan para pemangku kepentingan di lapangan, Kementerain Desa PDTT menyediakan tenaga dan fasilitasi mediasi dan koordinasi dengan mitra swasta yang bersangkutan dan kalau perlu dengan kalangan pemerintah, di luar Kementerian Desa PDTT, tenaga ahli yang diperlukan, hubungan dengan Bank atau kalangan lain yang diperlukan, guna memperlancar kerja sama dan mensukseskan produk yang menjadi andalan bersama tersebut.

Sejalan dengan itu, Kemendes PDTT, menurut Sekjen Anwar Sanusi, mengembangkan Akademi Prukades/BUMDes guna mengembangakan atau menyediakan tenaga guna membantu mengelola lembaga ekonomi pedesaan tersebut. Akademi ini telah dipersiapkan bersama-sama perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang bekerja sama dengan Kementerian Desa PDTT dan sekaligus memanfaatkan Pusat Pelatihan Kemendes PDTT yang tersebar di Sembilan wilayah di seluruh Indonsia.

Karena skala produk yang akan dikelola dalam kerja sama tersebut besar, dianjurkan agar kerja sama pada tingkat kabupaten dilakukan bersama antara satu BUMDes di satu desa dengan BUMDes lain di desa tetangga.  Sehingga,  dalam setiap kabupaten bisa ada beberapa BUMDes yang membentuk BUMDes bersama atau Prukades yang mengelola produk yang sama dan bekerja sama dengan kalangan swasta sebagai mitranya. Kerja sama dengan mitra kerja tersebut tidak menghambat setiap desa membangun kerja sama lain dalam mengolah produk ikutan, yang tidak menjadi minat atau tidak diambil oleh mitra utamanya.

Sehingga, suatu kegiatan tidak meninggalkan sisa yang tidak laku jual, suatu efisiensi yang sangat dituntut dalam usaha modern yang ramah lingkungan. Persiapan pertama telah diresmikan oleh Menteri Desa PDTT beberapa waktu yang lalu dan ternyata telah menarik perhatian banyak kabupaten lainnya. Persiapan minggu lalu yang dipimpin oleh Sekjen Anwar Sanusi menunjukkan setiap hari masih ada saja Kabupaten baru yang bergabung, tidak terhitung Kabupaten yang Bupatinya sedang cuti karena mengikuti Pilkada akhir tahun ini.

Bupati baru belum terpilih dan Plt Bupati sedang bersiap mengikuti rekan lainnya. Oleh karena itu,  jumlah yang telah menandatangani MoU di atas kemungkinan akan bertambah pada waktu dekat ini. Produk unggulan yang akan dikembangkan dalam kerja sama yang MoU-nya akan ditandatangani itu sangat bervariasi. Menurut laporan dan keterangan Ivanovich Saputra dan Kamil yang ditugasi memonitor persiapan MoU Bupati dan perusahaan jenis komoditas, yang diolah bersama dalam bentuk Prukades,  yang semula berupa jagung sangat populer sebagai salah satu komoditas yang disambut baik oleh para pengusaha, waktu ini muncul produk-produk pertanian baru seperti kopi, jambu dan lainnya yang menarik minat para pengusaha.

Provinsi Lombok Tengah siap memproduksi jagung dan kopi. Sebagai mitra kerjanya terdapat PT Hasper yang bermitra dengan PT HQ Corpora Putra yang akan menjadi mitra pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Kabupaten Buton telah berhasil menggaet PT Bulog untuk membeli produk pertanian padi dengan sistem Organik dalam jumlah besar dan mulai tahun ini siap dengan pembelian pertama pada saat panen nanti.

Kabupaten Kendal di Jawa Tengah mengetengahkan produksi Jambu yang melimpah dan PT Fruit-ING adalah perusahaan peminat yang akan mengolah produk itu menjadi produk unggulan dalam bentuk berbagai macam kemasan. Bupati Kendal telah sepakat bahwa produk Jambu akan menjadi bagian produk unggulan Prukades yang sudah ditanam rakyat di banyak wilayah di Kabupaten Kendal. Kabupaten Sumba mendahului menanda tangani MoU dengan perusahaan bersama Korea Indonesia untuk produksi jagung. Kabupaten Kulon Progo muncul dengan gula semut. Kabupaten Musi Rawas berkemas menawarkan produk unggulannya guna mendapatkan mitra kerja perusahaan,  yang menampung produk unggulan antar desa dan antar kabupaten di daerah tersebut.

Suatu proses mengawinkan produsen dan konsumen dalam skala besar,  agar makin menguntungkan rakyat banyak, mengubah pertanian yang bersifat tradisional atau tanaman antara menjadi tanaman pokok yang menguntungkan petani dan wilayahnya cocok. Disamping untuk tanaman perkebunan seperti jagung, jambu dan lainnya.

Tim juga telah mengadakan pembicaraan dengan mencatat kemungkinan kerja sama dalam produk ternak seperti sapi dan kambing. Daerah-daerah tertentu yang sementara ini memang menjadi sumber sapi dokumen untuk MoUnya sedang difinalkan bersama Bupati dan mitra di daerah dengan kemungkinan menyatukan peternakan yang diolah secara tradisional menjadi peternakan skala besar dalam wadah Prukades yang memberi harapan besar karena pengelolaan dalam skala besar dan sistem yang lebih baik karena dituntut adanya kualitas prima dan konsisten dalam jumlah yang besar.

Selain jambu, produk buah-buahan lain juga menjadi bagian pengembangan Prukades antar desa antar kabupaten karena ternyata Indonesia menghasilkan berbagai jenis buah-buahan hampir sepanjang tahun dalam wilayah yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Kalau produk buah-buahan itu dikembangkan dalam Prukades, Indonesia tidak menjadi negara peng-impor buah-buahan tetapi negara peng-ekspor buah-buahan tersebut. Insya Allah.

(Prof. Dr. Haryono Suyono, Ketua Dewan Pakar Kemendes PDTT).

Editor : Silli Melanovi