logo

Oknum PNS, Anak Wakil Bupati Maros Ditangkap Saat 'Pesta' Narkoba

Oknum PNS, Anak Wakil Bupati Maros Ditangkap Saat 'Pesta' Narkoba

Foto.(Istimewa)
08 Maret 2018 00:00 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Arjab Ajib Mattotorang, anak Wakil Bupati Maros, Sulawesi Selatan, Harmil Mattorang, ditangkap oleh Direktorat Narkoba Polda Sulsel. Arjab diringkus di rumahnya,  Jl Beringin Maros, Selasa (6/3/2018) malam dengan barang bukti 10 gram sabu. 

Arjab yang merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara, dibekuk bersama tiga orang rekannya Yusri, Haeril dan Haerul. Mereka sebelumnya telah dibuntuti dari Makassar. Setelah dibekuk, mereka langsung digiring ke Polda Sulsel untuk proses pemeriksaan dan penahanan.

Yang menarik, selain menjabat sebagai Wakil Bupati Maros, Harmil Mattotorang juga menjabat sebagai Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Maros. Arjab sendiri merupakan anak terakhir dari tiga bersaudara. Selama ini ia bekerja di salah satu Dinas di lingkup Pemkab Maros. 

Menurut informasi yang dihimpun, dari empat pelaku, dua di antaranya merupakan PNS. Putra Wakil bupati, Arjab (32) sebagai staf kantor Badan Pengelola Keuangan dan Yusri (36), PNS Satpol PP Pemkab Maros. Sementara, dua rekannya Haerul (36) dan Haeril (25) merupakan pekerja swasta. Keempat pelaku yang sudah lama menjadi incaran polisi tersebut, ditahan di Polda Sulsel.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani menjelaskan, penangkapan putra Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) berawal dengan adanya informasi warga, bahwa di rumah Arjab sering terjadi pesta sabu.

"Dia ditangkap setelah diintai oleh anggota Subdit II Dit ResNarkoba. Anggota sudah melakukan penyelidikan untuk memastikan informasi dari warga. Ternyata informasi itu benar," kata Dicky.

Usut Tuntas

Divisi Pencegahan Granat Kota Makassar Muh Habibi Masdin berharap kasus ini diproses secara profesional. Jangan melihat bahwa dia anak seorang Wakil Bupati. "Kalau bisa lakukan pengembangan terhadap kasus ini. Jangan sampai masih ada pihak terkait yang ikut dalam kasus ini," kata Habibi Masdin, 

Menurut Masdin, kasus ini menjadi rapor merah buat Pemerintah Maros. Karena, seorang Wakil Bupati tidak bisa menjaga anaknya sendiri dari penyalahgunaan narkoba.

Habibi berharap Kepolisian Daerah Sulsel mengusut tuntas kasus yang melibatkan anak pejabat tersebut. Sebab, tidak menutup kemungkinan masih ada pihak yang terlibat dan bandarnya masih berkeliaran di Sulsel.

Habibi menambahkan bahwa peredaran narkoba di Sulsel tidak bisa lagi dipungkiri, sehingga perlu ada keseriusan dari penegak hukum untuk memberantasnya. "Penyalagunaan narkoba tidak ada hentinya dengan fokus peredaran pada genersi bangsa yaitu pemuda. Karena rata-rata pemuda cenderung dengan rasa coba-coba sehingga ketagihan," katanya. ***

Editor : Pudja Rukmana