logo

Lebaran 2018, Masyarakat Dimanjakan Aplikasi Mudik Motor Gratis

Lebaran 2018, Masyarakat Dimanjakan Aplikasi Mudik Motor Gratis

Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri memberi penjelasan program mudik motor gratis dan aplikasi yang memudahkannya (Ist)
13 Februari 2018 22:06 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kementerian Perhubungan, melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian pada minggu pertama Februari 2018, tepatnya tanggal 9 Februari 2018 lalu telah membuka kembali Pendaftaran Angkutan Motor Gratis (Motis) Tahun 2018. Angkutan Motis 2018 dimaksudkan untuk mewujudkan angkutan Lebaran yang aman, nyaman, dan menjamin keselamatan khususnya bagi pemudik yang terbiasa menggunakan sepeda motor selama perjalanan mudik Lebaran.

Demikian penjelasan Dirjen Perkeretaapian, Zulfikri saat menggelar press conference, Senin (12/2/2018) di Jakarta.

Menurut Zulfikri bahwa ada yang berbeda dari tahun 2018 dalam penyelenggaraan mudik Lebaran yakni dikembangkannya aplikasi posisi motor yang sedang di proses pengirimannya.

"Si pengendara bisa mengetahui posisi motor. Apakah masih di gudang atau di perjalanan, sehingga pelanggan atau masyarakat pengguna layanan ini dapat menetahui, secara percis motornya,” ujarnya

.Dirjen Perkeretaapian ini menyebut bahwa pengembangan ini adalah sebagai salah satu cara mengatasi beberaa complaint yang diterima pada tahun lalu.

Angkutan motor gratis, kata Zulfikri telah berjalan selama 5 tahun, diselenggarakan sejak tahun 2014. Direktorat Jenderal Perkeretaapian mencatat bahwa jumlah lintas pelayanan, load factor dan subsidi angkutan motor meningkat dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2014 dan 2015 baru tersedia dua lintas pelayanan, kemudian di tahun 2016 sampai tahun 2018 bertambah menjadi tiga lintas pelayanan. Total peserta Angkutan Motis Tahun 2014 tercatat sebanyak 4.538 peserta dari total kuota sebanyak 8.700 (load factor 52%) dengan besaran subsidi Rp 9,2 miliar.

Di tahun 2015, jumlah peserta angkutan motor tercatat sejumlah 5.438 dari kuota 9.827 (load factor 55%) dengan subsidi Rp6,5 miliar.

"Melihat besarnya animo masyarakat, di Tahun 2016, pemerintah kembali menambah subsidi Angkutan Motis menjadi Rp20 miliar. Total kuota 15.834 dengan realisasi 11.560 peserta (load factor 73%)," jelasnya.

Di tahun 2017 dan 2018, subsidi Angkutan Motis menjadi Rp36,5 miliar. Total kuota 18.096 dengan realisasi angkutan motor tahun 2017 sebanyak15.276 peserta (load factor 84%).

Penjelasan dari Direktorat Perkeretaapian, untuk mengikuti Angkutan Motor 2018, masyarakat wajib mendaftar serta melengkapi persyaratan dan ketentuan melalui pendaftaran online maupun pendaftaran langsung pada stasiun-stasiun yang telah ditunjuk.

Pendaftaran secara online dilayani dengan mengakses situs mudikgratis.dephub.go.id dan dilanjutkan dengan proses verifikasi langsung peserta yang dilaksanakan pada tanggal 9 Februari 2018 hingga 24 Juni 2018.

Bagi peserta Angkutan Motis 2018 akan difasilitasi untuk dapat memesan tiket KA Penumpang maksimal untuk 3 tiga orang, baik KA Ekonomi PSO, KA Ekonomi Non-PSO serta KA Tarnbahan sampai hari ke-30 penjualan KA Tambahan.

Pendaftaran Angkutan Motis dilaksanakan di 13 Stasiun, yakni Stasiun Jakarta Gudang, Stasiun Bekasi, Stasiun Jatinegara, Stasiun Kemayoran, Stasiun Tangerang, Stasiun Depok Baru, Stasiun Bogor, Stasiun Serpong, Stasiun Tanjung Priok, Stasiun Cikarang, Stasiun Cimahi, Stasiun Bandung, dan Stasiun Kiaracondong.

Dirjen Perkeretaapian mengharapkan masyarakat yang selama ini masih menggunakan sepeda motor untuk melakukan perjalanan mudik, mau beralih untuk menggunakan layanan yang telah disediakan oleh pemerintah.

"Sepeda motor pemudik diangkut dengan Angkutan KA gratis sampai ke tempat tujuan, sedangkan penumpangnya dapat memilih menggunakan moda transportasi umum lainnya seperti : KA penumpang ataupun bus,"ujarnya.

Hal ini demi keselamatan serta kenyamanan bagi pemudik itu sendiri, selama perjalanan mudik.

"Kami berharap, dengan adanya kegiatan Angkutan Motis dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya yang disebabkan oleh sepeda motor saat penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2018," ucapnya.

Dirjen juga menghimbau kepada masyarakat, demi kelancaran angkutan motor 2018 masyarakat dapat memastikan dan merencanakan waktu perjalanan mudik dan balik dengan sebaik-baiknya, karena tiket yang dijual untuk mendukung Angkutan Motis 2018 tidak dapat dibatalkan dan tidak dapat diubah tanggal keberangkatan dan kepulangannya.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto