logo

Pengusaha Di Puncak Merugi Miliaran Rupiah Imbas Penutupan Jalan Akibat Longsor

Pengusaha Di Puncak Merugi Miliaran Rupiah Imbas Penutupan Jalan Akibat Longsor

Suasana penutupan jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (7/2/2018). Jalur Puncak, Bogor ditutup selama 10 hari ke depan mulai tanggal (6/2/2018), untuk pemulihan jalur wisata yang longsor pada (5/2/2018). (Antara)
13 Februari 2018 21:20 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - CIANJUR: Pengusaha rumah makan dan hotel di Jalur Puncak-Cianjur, Jawa Barat, diperkirakan merugi hingga miliaran rupiah setiap harinya semenjak jalur tersebut ditutup dalam 10 hari terakhir akibat longsor, demikian diungkap Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cianjur, Nano Indrapraja.

Menurut Nano, sedikitnya 37 pengusaha hotel, restoran, maupun lokasi wisata yang tersebar di Puncak-Cipanas, mengalami kerugian karena sepinya kunjungan.

"Kerugian hotel, restoran maupun lembaga pendidikan hotel mencapai Rp 1,5 miliar perhari karena sejak satu pekan terakhir, tidak ada tamu sama sekali. Sehingga pengusaha harus pintar menekan pengeluaran, bahkan tidak sedikit yang merumahkan karyawan," katanya kepada wartawan di Cianjur, Selasa (13/2/2018).

Dia menilai rencana pembukaan jalur menjelang akhir pekan menjadi angin segar bagi pengusaha terkait, terlebih sentra usaha di bidang perhotelan, kuliner dan wisata dapat kembali beroperasi seperti biasanya dan wisatawan kembali meningkat.

"Kami tidak mau mengambil risiko kalau memang kondisi pembukaan jalan dinilai memungkinkan, kami menyambut dengan positif karena hingga saat ini, pengusaha di jalur utama Puncak-Cipanas, kebingungan sampai kapan jalur akan dibuka," katanya. 

Pihaknya berharap instansi terkait segera mensosialisasikan pada pengusaha untuk mempersiapkan diri menjelang dibukanya jalur Puncak-Cipanas dengan harapan pembukaan tersebut dapat berjalan lancar karena cukup dikhawatirkan perekonomian setempat terus menurun bahkan sampai gulung tikar. 

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, musibah yang terjadi di Jalur Puncak sepekan yang lalu harus menjadi pelajaran bagi banyak pihak terlebih banyak aspek yang terdampak akibat musibah tersebut.

"Setelah terjadi musibah dan melihat kondisi Jalur Puncak, kabarnya sekarang ada percepatan pembangunan Puncak II. Semoga ini menjadi solusi bagi semua pihak agar roda perekomian di wilayah tersebut, dapat kembali berjalan normal," katanya.

Dia menilai percepatan pembangunan tersebut diwacanakan akan dilakukan dalam waktu dekat karena secara tidak disadari banyak pihak mulai membutuhkan akses alternatif jika sewaktu-waktu musibah terjadi seperti saat ini.

"Nanti ada dua jalan yang bisa digunakan untuk sampai ke Cianjur dari arah Bogor atau sebaliknya dari Cianjur menuju ke Bogor dan seterusnya. Perbaikan jalan yang rusak akibat longsor di Jalur Puncak-Bogor, sudah selesai dan akan dibuka Kamis (15/2)," katanya. 

Pelaksana Lapangan PT Wijayakarta, Riswandi mengatakan, kondisi area tersebut memungkinkan untuk digunakan seperti semula tanpa mengganggu proses pengerjaan perbaikan wilayah yang ambrol sedalam 18 meter di wilayah Bogor atau Cianjur tepatnya di Puncak Pass.

"Karena akan long weekend, kami usahakan jalur Puncak-Cianjur, sudah dapat digunakan Kamis. Meskipun pengerjaan masih berlanjut, dipastikan lalu lintas dan proyek tidak menganggu satu sama lain," katanya seperti dikutip Antara.

Saat ini pekerjaan memasuki tahap pemasangan pancang dan bronjong, proses tersebut terkendala cuaca yang cukup ekstrem karena hujan terus turun disertai kabut yang tebal di sepanjang jalur perbaikan. Melihat kondisi tersebut, ditargetkan proyek dapat diselesaikan dua hingga tiga pekan mendatang. ***