logo

Kuatkan Integritas Program, Pemerintah Percepat Terwujudnya SDM Berkualitas

Kuatkan Integritas Program,  Pemerintah Percepat Terwujudnya SDM  Berkualitas

Menko PMK Puan Maharani memukyl gong, yang menandai dibukanya Rakornas BKKBN 2018. (foto, ist)
13 February 2018 19:42 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id -JAKARTA: Dalam upaya untuk mempercepat terwujudnya sumberdaya manusia (SDM) berkualitas, pemerintah melakukan penguatan integritas program lintas sektor.

Untuk itu, Keluarga Berencana (KB), tidak hanya dimaknai sebagai upaya pengendalian kelahiran semata. Namun, juga membangun kesadaran setiap keluarga, agar memiliki dukungan sosial budaya, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan yang memadai, agar kehidupan keluarga menjadi sejahtera.

Demikian dikemukakan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani ketika mewakili Presiden Joko Widodo, membuka Rapat Kerja Nasional Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Hotel Sahid Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Dikatakannya lebih lanjut, keluarga sejahtera tidak hanya berkaitan dengan pengendalian kelahiran anak saja, tapi ada Kampung KB yang merupakan salah satu inovasi strategis untuk menumbuhkan kegiatan-kegiatan prioritas program KKBPK.

Bersama program pembangunan dari sektor lain, seperti kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi, dan lainnya dengan mengedepankan partisipasi masyarakat setempat yang kelak menerima manfaatnya. ”Kampung KB sebagai lokus pembangunan keluarga kecil dan sejahtera membutuhkan dukungan dari sektor lainnya. Perlu bersinergi dengan kegiatan dan program Kementerian dan sektor lainnya," tuturnya.

Saat ini, ujarnya, Pemerintah sedang menyusun Rancangan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019. Kegiatan Rakornas ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mensinergikan berbagai kegiatan Kementerian/ Lembaga terkait ke dalam lokus Kampung KB.

“Kampung KB perlu bersinergi dengan Kegiatan dan Program Kementerian sektor lainnya," ujarnya.

Di bagian lain, Plt Kepala BKKBN dr Sigit Priohutomo MPH mengatakan, dalam laporan Penyelenggaraan Rakornas 2018, hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 menunjukan bahwa angka fertilitas total (TFR) sebesar 2,4.

Artinya bahwa setiap wanita Indonesia rata-rata melahirkan 2,4 anak selama masa reproduksinya. TFR hasil SDKI tahun 2017 ini menurun dibandingkan dengan hasil SDKI tahun 2012, yaitu sebesar 2,6 anak per wanita. Penurunan TFR ini juga diikuti oleh kenaikan angka prevalensi kontrasepsi (CPR) dari 61,9 persen pada tahun 2012 menjadi 63,6 persen pada tahun 2017.

Dia berharap, dari Rakornas ini dapat memperkuat komitmen bangsa untuk menempatkan program KKBPK sebagai program strategis dalam pembangunan karakter, guna menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara

Editor : Dwi Putro Agus Asianto