logo

Ini Alasan Qualcomm Tolak Mahar Gila Senilai Rp1.700 Triliun

Ini Alasan Qualcomm Tolak Mahar Gila Senilai Rp1.700 Triliun

Chairman Qualcomm, Paul Jacobs. (ist)
13 Februari 2018 17:01 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - SAN DIEGO: Chairman Qualcomm, Paul Jacobs akhirnya membeberkan alasan penolakannya menjual perusahaannya kepada Broadcom senilai 121 miliar AS atau sekitar Rp1.700 triliun.

Jacobs mengaku Qualcomm bakal kehilangan dua mitra besarnya jika menerima tawaran terakhir Broadcom Ltd itu.

Dua mitra yang memberikan pendapatan untuk Qualcomm sebesar 1 miliar dolar AS (sekitar Rp 13,6 triliun), mengancam akan hengkang jika Qualcomm menerima tawaran dari Broadcom.

Alasannya, mereka kurang menaruh kepercayaan kepada Broadcom dalam memimpin industri teknologi. Broadcomm dikhawatirkan akan merusak bahkan menghancurkan bisnis mikroprosesor Qualcomm.

Dua vendor smartphone terbesar dunia, yakni Apple dan Samsung disebut-sebut sebagai mitra kunci Qualcomm, diikuti klien vendor smartphone lain seperti Huawei Technologies, LG Electronics, Oppo, Sony Corp, Vivo dan Xiaomi.

Qualcomm juga menggarisbawahi isu tentang potensi monopoli yang bisa merusak bahkan menghancurkan bisnis lisensi teknologi milik Qualcomm senilai 4 miliar dolar AS (sekitar Rp54 triliun). Isu monopoli juga menjadi ganjalan untuk mendapat izin dari otoritas bisnis dan finansial AS.

Jacobs mengatakan jika merger internasional antara dua bisnis raksasa, seperti Qualcomm dan Broadcom terjadi, harus melibatkan banyak regulator. Sehingga butuh waktu berbulan-bulan bagi regulator untuk menganalisis kesepakatan bisnis.

Meskipun begitu, regulator belum tentu menyetujui merger yang diajukan. "Jika ini terjadi, tak akan ada langkah berikutnya," tutur Jacobs.

Broadcom sebenarnya menjanjikan akan memberikan ganti rugi kepada Qualcomm sebesar 8 miliar dolar AS (Rp 109 triliun) jika gagal meraih kesepakatan untuk mendapatkan persetujuan dari regulator. Namun Jacobs meragukannya.

Broadcom pertama kali mendekati Qualcomm pada November 2017. Kala itu, Broadcom mengajukan tawaran akuisisi senilai 105 miliar dolar AS (Rp1.433 triliun) yang ditolak oleh Qualcomm karena angka yang ditawarkan dinilai kurang besar.

Tak path arang, Broadcom kembali mengajukan tawaran sebesar Rp1.700 triliun dan menominasikan daftar pejabat tinggi untuk menggantikan direksi Qualcomm. Pemegang saham Qualcomm dijadwalkan memilih nominasi pada 6 Maret mendatang.

Broadcom menggarisbawahi jika penawaran ini adalah yang terbaik sekaligus yang terakhir. Sayangnya, Qualcomm tetap menolak tawaran gila tersebut.

Kabar terakhir menyebut jika kedua pihak, baik Qualcomm dan Broadcomm dijadwalkan akan bertemu Rabu, (14/2/2018) untuk mencari kemungkinan renegosiasi. ***