logo

Pasar Kampung Bekelir Adopsi Konsep Destinasi Digital Kemenpar

Pasar Kampung Bekelir Adopsi Konsep Destinasi Digital Kemenpar

pasar kampung bekelir, wisata pasar, wisata kuliner, wisata tangerang, kemenpar, menpar arief yahya
13 Februari 2018 16:23 WIB
Penulis : Suki Serocksia

SuaraKarya.id - TANGERANG: Kota Tangerang memiliki destinasi pariwisata baru yang cocok untuk generasi zaman now dan banyak spot keren untuk swafoto. Namanya Pasar Kampung Bekelir.
 
Menu yang ditawarkan Pasar Kampung Bekelir beragam. Ada kuliner, aksi sosial, tertawa ala stand up comedy, hingga gowes sepeda bersama. "Ada banyak pilihan dan semuanya nikmat. Spotnya juga bagus-bagus dan kekinian. Dengan konsep ini, Kampung Bekelir akan menjadi destinasi potensial baru di Tangerang. Masyarakat Indonesia dan dunia silahkan berkunjung ke sini," kata Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah.

Pasar wisata tersebut diresmikan Walikota Tangerang pada Minggu (11/2/209). Lokasinya ada di RW 01, Kelurahan Babakan, Kota Tangerang. Destinasi baru itu menganut destinasi wisata digital. Koneksi internet di Pasar Kampung Bekelir sangat bagus. Semua provider bisa diakses dengan cepat.

Tidak semua daerah memiliki destinasi dengan konsep unik seperti ini. Pasar Kampung Bekelir luar biasa, sangat kreatif. "Selanjutnya, kami akan memperbanyak destinasi dengan konsep seperti ini di Tangerang. Kawasan yang layak dikunjungi dengan ciri khas daerah masing-masing," kata Arief menambahkan.

Pasar Kampung Bekelir merupakan hasil kolaborasi Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Kota Tangerang dan Genpi Banten. Pasar Kampung Bekelir menjelma menjadi magnet. Buktinya, pasar ini langsung dibanjiri ratusan pengunjung meski baru diluncurkan.

Pengunjung hadir dari berbagai latar belakang. Bahkan, sejak pagi komunitas pecinta reptil Chopper Kota Tangerang sudah datang. Walikota menambahkan, Kampung Bekelir menjadi prototype destinasi baru yang mengusung konsep modern.

"Kami ucapkan terima kasih atas peran aktif dari masyarakat. Kampung Bekelir itu jadi percontohan konsep baru pengembangan pariwisata Kota Tangerang," kata Arief melanjutkan.

Arief juga menginginkan Pasar Kampung Bekelir digelar sesering mungkin. Sebab, fungsi dari Pasar Kampung Bekelir sangat strategis, yaitu menjadi motor penggerak perekonomian selain media berekspresi masyarakat.

Selain kuliner, Pasar Kampung Bekelir juga menyajikan beragam atraksi dari beragam komunitas yang bernaung di Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Dinas Kominfo Kota Tangerang. Aneka seni budaya yang ditampilkan antara lain atraksi karate warga Babakan.

Selain itu, pengunjung yang menikmati kuliner anak dibuat terpingkal-pingkal oleh aksi comika di panggung Stand Up Comedy. Belum lagi parade sepeda onthel yang akan membuat suasana semakin hangat.

Meski demikian, Pasar Kampung Bekelir tetap memperlihatkan kepedulian. Ada aksi Komunitas Hijab Syar’i Tangerang yang membagikan kerudung pada pengunjung. Peluncuran lomba foto dan video juga ada. Semua serba lengkap di sini. Pasar Kampung Bekelir memang mengadopsi konsep destinasi digital Kementerian Pariwisata.

"Semua konsep memenuhi kebutuhan itu. Promosinya bahkan dilakukan melalui media sosial. Pengemasannya dengan foto dan video menarik," kata Koordinator Genpi Kota Tangerang Korry Elyana.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eneng Nurcahyati, menilai potensi Pasar Kampung Bekelir sangat besar. Sebab, pasar ini bisa mendorong masyarakat untuk berwirausaha. Pasar itu juga masih bisa dikembangkan dan disinergikan dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Beberapa di antaranya, penambahan infrastruktur pendukung kenyamanan pengunjung.

"Pasar itu harus sering digelar dan terjadwal. Pengunjung bisa mencari oleh-oleh khas Tangerang di sini. Artinya, ada peluang bagus wirausaha," kata Eneng.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan apresiasi terhadap destinasi yang mengadopsi konsep destinasi digital itu. Namun, Menteri Arief Yahya mengingatkan agar Pasar Kampung Bekelir lebih intagramable.

"Kampung Bekelir sangat bagus dan berkarakter. Kalau ingin semakin ramai, harus lebih instagramable. Nanti pengembangan akan dilakukan. Sebab, untuk memenuhi kebutuhan para milenial," kata Arief Yahya..***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto