logo

Posdaya Gabung Dengan BUMDes Dan SMK Perkuat Pemberdayaan Keluarga

Posdaya Gabung Dengan BUMDes Dan SMK Perkuat Pemberdayaan Keluarga

Prof Dr Haryono Suyono dan para pengurus Posdaya Flambpyan, Bandung (foto, ist)
13 Februari 2018 15:29 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Begitu Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) bergabung dengan BUMDes dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), maka akan memperkuat pemberdayaan keluarga.

Hal itu dikemukakan Ketua Dewan Pakar Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Prof Dr Haryono Suyono, ketika menerima Ketua Posdaya Flamboyan Bandung Barat, Ibu Nani Yuningsih bersama tim, di ruang kerjanya Universitas Trilogi, Kakarta, Selasa (13/1/2018)

Pada pertemuan tersebut, aktivis Posdaya dari Bandung Barat ini, sempat protes keras karena adanya anjuran, agar Posdaya yang marak di banyak desa bergabung dengan SMK dan BUMDes yang sedang dikembangkan di banyak desa di Indonesia. Protes itu bukan karena tidak setuju tetapi karena Posdaya binaannya di Bandung Barat telah bergabung dengan BUMDes yang ada di desanya sejak lama.

Bahkan, Nani Yuniingsih sendiri saat ini, menjabat sebagai Bendahara Pengurus BUMDes di desanya. Berawal sebagai Bunda Paud, dia sangat rajin bergerak di masyarakat, termasuk pendiri Posdaya binaan Yayasan Damandiri dan Universitas Pendidikan Indondesia (UPI) di Bandung yang gigih.

Alhasil, Posdaya Bandung Barat yang dikelola bersama para Bunda Paud dan masyarakat Bandung Barat beberapa kali menjadi juara. Baik untuk tingkat Kabupaten, juara ingkat Provinsi, bahkan langganan juara tingkat nasional.

Namanya pun terkenal, berkumandang tidak saja di dalam negeri tetapi juga di luar negeri, karena Posdaya yang dikelola bersama kawan-kawannya dan dibina oleh UPI itu, beberapa kali menjadi forum studi mahasiswa dari berbagai. negara untuk mempelajari bagaimana masyarakat dan mahasiswa, serta dosen bisa membina gerakan bersama untuk kepentingan masyarakat banyak.

Mahasiswa dari Asia, Amerika dan Jepang silih berganti ke UPI dan beberapa perguruan tinggi lain di Bandung, berdatangan untu belajar posdaya. Sehingga, Bandung Barat dewasa ini menjadi salah satu referensi yang tidak asing bagi banyak perguruan tinggi di luar negeri.

Gagasan untuk melakukan terobosan strategis, kerja sama antara Kepala Desa dan Kepala Sekolah SMK yang ada di desa untuk mensinergikan kegiatan praktek siswa sesungguhnya telah dimulai di Jawa Timur, yang didukung Gubernur Jatim. Bahkan, diberi subsidi kepada SMK untuk praktek di desa dan mengajak masyarakat desa.

Utamanya anggota Posdaya, agar ikut berlatih dan “mewariskan” hasil serta peralatan bekas pakai para siswa sebagai inventaris Posdaya desa. Para guru tidak bertambah kesibukannya karena masyarakat desa dengan sukarela membantu kelengkapan yang belum terbayangkan pada waktu sekolah pergi ke desa.

Apabila praktek di desa dikaitkan dengan adanya aliran dana desa ke masing-masing desa. Maka, kata Haryono, Kepala Desa dapat mengadakan kerja sama dengan Kepala Sekolah SMK setempat. Untuk di Bandung Barat, ada SMK Pertanian, SMK 45 dan SMK Bina Wisata, anak-anak mudanya bisa praktek lapangan di desa sesuai potensi desa yang bersangkutan. Dengan begitu, para guru pembimbing lapangan dapat memanfaatkan potensi desa dan mengadakan analisis yang mendalam, bagaimana mengolah potensi desa itu menjadi suatu industri pertanian atau perdagangan yang memanfaatkan potensi desanya.

Potensi desa itu menjadi bahan utama dalam pembentukan BUMDes yang anggarannya dijamin dengan dana desa yang mengalir ke desa, suatu sinergi yang sangat indah. Pengalaman Ibu Nani dari Posdaya Flamboyan di Bandung Barat bisa menjadi contoh konkrit bahwa sinergi antara Posdaya dengan BUMDes dengan tenaga muda anak-anak SMK, bisa menjadi suatu industri tingkat desa yang ampuh.

Karena tenaga mudanya berasal dari desa, komoditasnya juga berasal dari desaserta mi hasil olahan mereka akan menjadi andalan desa. Kalau produk andalan itu ternyata ada di desa sekitarnya, maka beberapa desa bisa membentuk BUMDes Bersama atau kalau lebih besar dan luas lagi, maka bisa terbentuk Prukades yang wilayah dan cakupannya jauh lebih besar dan membawa keuntungan yang lebih banyak karena sifat olahannya menjadi sangat modern dengan cakupan lebih luas yang membawa manfaat antar desa atau kabupaten.

Editor : Gungde Ariwangsa SH